I. Sejarah Hasbro
Hasbro didirikan oleh Henry Hassenfeld di Pawtucket Rhode Islandia pada tahun 1923. Dulu Hasbro adalah perusahaan yang memproduksi berbagai produk murah tetapi pada akhirnya beralih ke produk mainan pada 1940. Pada tahun 1951 George Lerner sebagai penemu mainan menjual Hasbro kepada Merrill Hassenfeld yang merupakan presiden dari perusahaan Hasbro dan merupakan anak dari Henry Hassenfeld. Masa depan Hasbro berada di mainan, dekade sedikit lebih dari satu tahun kemudian Hasbro memiliki hit yang luar biasa dan perusahaan terus tumbuh dan go public pada 1968. Ketika Merrill meninggal di tahun 1979 Hasbro diteruskan oleh anak Merrill bernama Stephen Hassenfeld. Di bawah kepemimpinan Stephen Hassenfeld ini Hasbro menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di Amerika. Akuisisi perusahaan mainan Milton Bradley pada tahun 1984 membantu mempercepat pertumbuhan perusahaan Hasbro. Ketika Stephen meninggal pada tahun 1989, kemudian kepemimpinan Hasbro diteruskan ke adik Alan. Hasbro mempunyai banyak produk terkenal seperti Monopoli, Batman, Nerf, Play-Doh, Raggedy Ann, Candy Land, Scrabble, Barney, dan masih banyak lagi. Industri mainan hasbro berkembang menjadi dua pacuan kuda: Hasbro vs Mattel. G.I. Joe vs Barbie. Setelah menolak tawaran pengambil alihan dari Mattel pada tahun 1996 Hasbro mempunyai pendapatan mencapai $ 3B untuk pertama kali di waktu tahun itu, di belakang Mattel di $ 3.8B .
II. Tokoh Hasbro Interactive
1. Alan Hassenfeld adalah CEO dari perusahaan hasbro. Alan Hassenfeld mempunyai pendapat bahwa komputer pribadi akan menjadi masa depan game dengan meningkatkan kemampuan multimedia.
2. Tom Dusenberry adalah general manajer. Tom Dusenberry adalah visioner berbakat, mahir dalam mengaktifkan antusiasme orang lain untuk ide-ide futuristik, mempunyai keterampilan dalam hal kepemimpinan, cerdas, mempunyai kreativitas produk yang tinggi, dan semangat yang luar biasa
untuk berhasil, sangat ambisius, manajer dinamis, dan memahami keadaan
bisnis dengan baik.
3. Dake Wilson adalah kepala devisi permainan hasbro. Dake Wilson mendukung langkah-langkah Alan Hassenfeld dan percaya bahwa perkembangan on-off dari produk interaktif yang sedang berjalan di banyak bagian Hasbro adalah suatu cara pendekatan yang takut.
4. David
III. Investasi di Game Interaktif sebelum Hasbro Interactive
Hasbro Interactive dan perusahaan pihaknya telah mengakuisisi investasinya dalam permainan elektronik yang menjadi mode menjelang akhir tahun 1970. Pada harga yang ramah konsumen di bawah $ 40 permainan elektronik menjadi pesaing permainan tradisional eksekutif industri. Pada awal 1980-an sistem video game Atari akrab dengan anak Amerika. Milton Bradley membuat akuisisi yang menyebabkan peluncuran sistem video game yang disebut Vectrex. Banyak pengamat percaya bahwa Vectrex secara teknis lebih unggul daripada Atari akan tetapi basis yang luas Atari diinstal sulit untuk diatasi. Vectrex berjuang dan menimbulkan kerusakan keuangan yang parah pada Milton Bradley dan
perusahaan pengakuisisi sehingga menarik Hasbro. Meskipun gagal dalam biaya perusahaan Vectrex telah memperoleh keterampilan dalam mengelola perangkat lunak luar. Mereka membuat investasi berisiko rendah dengan bekerja sama dengan pengembang perangkat lunak luar untuk membuat video game untuk platform hardware yang telah ada seperti Nintendo. Vertrex mengembangkan game terkenal menjadi formal elektronik. Milton dan divisi Hasbro menciptakan merek dengan papan permainan tradisional atau mainan dan kemudian diterjemahkan konsep video. Pada awal 1990 Hasbro mulai proyek untuk mengembangkan sebuah sistem virtual reality dengan sensasi bergerak dalam dunia tiga dimensi. Tapi pada tahun 1995 setelah Hasbro menginvestasikan beberapa tahun dan puluhan juta dolar itu tidak berhasil diproduksi dengan harga yang akan konsumen tanggung, dan perusahaan investasikan. Memilih kemungkinan lebih cepat dari game CD-ROM berbasis untuk komputer pribadi dan untuk Internet Hasbro membentuk Hasbro Interaktif.
IV. Struktur Hasbro Interactive
Hasbro Interactive diciptakan sebagai sebuah divisi terpisah dan independen. Tom Dusenberry mempekerjakan lima orang dari divisi permainan Hasbro di Springfield, Massachusetts dan mendirikan toko di Beverly, Massachusetts. Tom Dusenberry menyadari bahwa karyawan Hasbro tidak memiliki semua keterampilan yang diperlukan untuk membuat bisnis sukses sehingga Tom Dusenberry mempekerjakan sejumlah orang luar termasuk Tony Parks perangkat lunak pengembang yang terkenal dalam industri video game dan beberapa penjual berpengalaman game interaktif. Tom Dusenberry membuat semua keputusan operasional, termasuk yang berkaitan dengan struktur organisasi, pemilihan produk, dan perjanjian kemitraan. Hasbro Interactive mengikuti perencanaan tahunan Hasbro dan siklus review tanpa interaksi yang signifikan dengan divisi lainnya. Tanpa hubungan formal tim pemasaran dalam Hasbro bekerja sama dengan Hasbro Interactive untuk memastikan bahwa merek tetap konsisten sebagai Hasbro Interactive produk tradisional ke dalam format interaktif.
V. Percepatan Pertumbuhan Hasbro
Pada tahun 1997 pendapatan Hasbro meningkat dari $ 35M sampai $ 86M. Tahun itu, Hasbro Interaktif punya dua pertandingan pada industri daftar top-10 (Frogger dan Tonka). Sebagai hasil dari kinerja yang kuat Hasbro juga memberikan penghargaan kepada karyawan berupa bonus . Untuk mencapai harapan agar pendapatan dapat berganda lagi Tom Dusenberry memperluas kegiatan Hasbro Interactive mencoba menerjemahkan Hasbro properti yang ada ke format interaktif. Sebagai contoh, ia membeli lisensi untuk menghasilkan permainan didasarkan pada permainan televisi yang sukses. Dia juga membeli hak untuk semua game Atari untuk memperbaharui minat klasik seperti Asteroid dan Missile Command. Akhirnya, pada bulan Agustus, Hasbro Interactive mengumumkan akuisisi dua perusahaan yaitu Microprose dan Avalon Hill sebesar $ 70 juta dan $ 6M untuk memperluas lini produk lebih lanjut. Frogger menjadi salah satu dari lima games pada Sony Playstation. Usaha akuisisi ini menjadikan Hasbro memperoleh keuntungan pendapatan $ 23M pada tahun 1998.
VI. Tantangan Pertumbuhan Hasbro
Hasbro membuat beberapa akuisisi melalui Hasbro Interactive hampir sepuluh unit usaha mandiri. Struktur ini menciptakan kreativitas yang lebih besar, inovasi, dan kewirausahaan. Rencana dan hasil aktual persepsi dipengaruhi oleh kinerja unit usaha. Penjualan permainan Monopoli bisa mudah diproyeksikan berdasarkan tahun sejarah.Mainan cenderung memiliki kehidupan yang jauh lebih singkat siklus dan memproyeksikan hasil dari setiap peluncuran mainan baru hampir mustahil. Mainan terkait dengan film yang lebih sulit untuk dprediksi karena mereka mengandalkan keberhasilan film. Sampai 1998 perusahaan menjadi lebih agresif dalam menetapkan target pendapatan untuk setiap divisi. Untuk mencapai target sebagian besar atau semua inisiatif berisiko perusahaan harus berhasil. Untuk meningkatkan tingkat persepsi akuntabilitas rencana Tom Hassenfeld meminta Herb Baum memodifikasi sistem perencanaan. Sebagai contoh ia mengadakan pertemuan bulanan yang mencakup setiap kepala unit bisnis. Untuk pertama kalinya masing-masing divisi berpartisipasi dalam semua ulasan. Semua unit bisnis melaporkan metrik standar yang dikenal sebagai "value drivers." Ini menyebabkan meningkatnya rasa saing meskipun pada saat itu persaingan itu terbatas. Sumber daya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pertumbuhannya rencana tidak dapat diperoleh.
VII. Hasbro Interactive kehilangan kepercayaan
Tom Dusenberry memiliki kekuatan besar untuk membawa orang bersama-sama mencapai tujuan perusahaan. Dia adalah seorang pemimpin tim yang baik dan dia juga memiliki visi untuk bisnis. Habro mempunyai rencana dan target dalam meningkatkan perndapatan tetapi juga ada kekhawatiran tentang risiko yang melekat dalam mengejar pertumbuhan yang cepat tersebut. Tom Dusenberry dan beberapa anggota stafnya mulai menjelajahi bumi untuk menemukan ide-ide baru. Untuk mengejar agar menjadi terbaik mereka mempekerjakan puluhan pengembang produk. Mereka membuat beberapa akuisisi tambahan dan kesepakatan lisensi, menciptakan sebuah divisi olahraga dan menandatangani lima tahun kesepakatan lisensi, serta bergerak dalam permainan pendidikan. Tetapi pada tahun 1999 beberapa eksekutif senior Hasbro mulai kehilangan kepercayaan Hasbro Interaktif. Masalah ini karena pengembalian yang besar terbiasa dengan perjanjian standar dengan perdagangan eceran untuk mainan yang memiliki kondisi yang sangat ketat untuk mengembalikan produk yang tidak terjual. Keyakinan tambah hilang ketika Hasbro Interactive memulai Monopoli sebuah
promosi dengan Burger King karena Hasbro sudah memiliki promosi Monopoli
dengan McDonalds. Faktor ketiga yang menyebabkan kepercayaan hilang dalam Hasbro Interactive adalah revisi proyeksi keuangan. Selain pengembalian produk yang lebih tinggi dari perkiraan harga di industri yang menurun karena persaingan intensif.
VIII. Pengetatan Kontrol di Hasbro Interactive
Tom Dusenberry begitu sibuk menilai target akuisisi dan memiliki sedikit waktu tersisa untuk mengelola sistem pemantauan keuangan Hasbro Interactive seefisien mungkin.Bahkan informasi bisnis yang dianggap standar dalam Hasbro
tidak tersedia dalam Hasbro Interactive. Tom Dusenberry ingin fokus pada masa depan. Tom merasa dirinya berada di atas kekhawatiran tentang rincian keuangan.
Menanggapi tekanan untuk pengawasan lebih dekat dari Hasbro Interactive Herb Baum menyewa Charlie McCarthy untuk melayani sebagai petugas operasi dan Jackie Daya sebuah keuangan eksekutif dari industri penerbitan yang berhasil integrasi dari beberapa perusahaan yang diakuisisi keduanya bertugas mengawasi biaya. Hanya dalam beberapa hari mulai bekerja dengan Hasbro Interactive pada musim gugur tahun 1999 Jakie Daya memperingatkan bahwa divisi itu akan jatuh jauh dari harapan. Dia mulai menerapkan sistem keuangan yang lebih menuntut. Pada saat itu sulit bagi manajer Hasbro Interactive untuk mengumpulkan informasi mengenai jumlah persediaan dalam perdagangan eceran atau jumlah total komitmen untuk luar pengembang produk. Ada masalah keterlambatan dalam mentransfer informasi kontrak dari kertas ke sistem keuangan. Untuk itu Hasbro mulai memasang paket perangkat lunak pelaporan keuangan baru.
IX. Kesulitan Hasbro Interactive
Hasbro Interactive lebih hati-hati pada tahun 2000, perusahaan terus mengembangkan produk baru tapi dibuat lebih sedikit. Hasbro Interactive menderita di awal 2000 ketika pengembaliannya tinggi. Lebih buruk lagi divisi terus ketinggalan produk. Biaya yang dikeluarkan jauh lebih banyak untuk mempertahankan daripada yang untuk antisipasi. Beberapa lini produk utama jatuh jauh dari harapan, termasuk Star Wars, Furby, dan Pokemon. Dengan sedikit sumber daya yang tersedia perdebatan antara unit bisnis kepala tentang penggunaan modal yang tepat menjadi jauh lebih kontroversial. Untuk pertama kalinya Hasbro kehilangan uang pada tahun 2000. Tim senior yang Hasbro Interactive harus membuat rencana bisnis yang menggabungkan tujuan jangka panjang. Beberapa bulan kemudian Tom Dusenberry mengumumkan niatnya untuk meninggalkan Hasbro. Pada akhir tahun Hasbro menjual Hasbro Interactive termasuk games.com website dan melakukan PHK 40 dari 150 karyawan bekerja di bekas markas Hasbro Interactive.
X. Fokus dan Belajar dari Hasbro Interactive
Hasbro memfokuskan kembali pada keunggulan dalam kegiatan inti dan berhasil memulihkan perusahaan terhadap profitabilitas .Dalam portofolio Hasbro masih ada satu properti dengan komponen interaktif. Hasbro telah berhasil membuat properti terpisah dari Hasbro Interactive dan berkinerja baik. Memimpin produk Magic seperti The Gathering yang merupakan fantasi mengasyikkan dan role-playing game yang terlibat membangun karakter dengan atribut tertentu yang berjuang dalam pertempuran. Konsep itu melahirkan penjualan besar kartu perdagangan dan ditambah keinginan untuk interaksi online di antara para penggemar game. Ada perbedaan permainan tradisional dengan permainan dengan komputer. Meskipun demikian produk interaktif tetap menjadi bagian penting dari Hasbro. Perusahaan juga mulai menganalisis sejauh mana produk interaktif mereka terpengaruh penjualan permainan tradisional. Eksekutif Hasbro menarik banyak kesimpulan dari pengalaman Hasbro interaktif. Kesimpulan umum adalah bahwa dengan rencana pertumbuhan yang ambisius, penting untuk mengatur harapan tertentu di muka mengenai kerugian yang dapat ditoleransi pada awal tahun. Hasbro Interactive adalah perusahaan independen yangdikelola secara efektif di luar Hasbro. Tom Dusenberry adalah seorang visioner yang luar biasa, motivator, inspirator, dan promotor tetapi mempunyai kelemahan di bidang keuangan dan operasi yang diperlukan untuk mengendalikan perusahaan dengan baik. Hasbro menjadi jauh lebih berhati-hati dalam diversifikasi di luar bisnis inti dan itu penting untuk menjaga hubungan yang kuat dengan inti divisi saat melakukan sebuah target bisnis. Hasbro telah melakukan kesalahan percepatan pengeluaran dan bahkan bercita-cita untuk tumbuh begitu cepat. Padahal penting perusahaan memiliki laporan usaha agar menjadi bisnis yang mapan serta bisnis harus tetap pada strategi.
Pertanyaan kasus :
1. Deskripsikan perkembangan Hasbro Interactive. Apa strategi Hasbro Interactive ? Bagaimana perbedaan dari strategi mainan tradisional atau bisnis mainan Hasbro Interactive ?
2. Apakah organisasi dan kontrol Hasbro Interactive konsisten dengan strategi ? Bagaimana dengan rencana dan anggaran sistem yang mendukung atau menghalangi pertumbuhan Hasbro Interactive ?
Jawaban kasus :
1. Hasbro adalah perusahaan yang pada awalanya bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi berbagai produk murah tetapi pada akhirnya beralih ke produk mainan pada 1940. Pada tahun 1951 George Lerner sebagai penemu mainan menjual Hasbro kepada Merrill Hassenfeld yang merupakan presiden dari perusahaan Hasbro dan merupakan anak dari Henry Hassenfeld. Sejak saat itu Hasbro diberi nama Hasbro Interactive. Ketika Merrill meninggal di tahun 1979 Hasbro diteruskan oleh anak Merrill bernama Stephen Hassenfeld. Di bawah kepemimpinan Stephen Hassenfeld ini Hasbro menjadi salah satu perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di Amerika yang sukses dengan bisnisnya. Strategi Hasbro Interactive meliputi pemasaran dan promosi melalui web/internet, Inovasi design produk, pengembangan produk, pengenalan merk yang dilakukan untuk mempertahankan posisi menjadi pemimpin produk mainan. Perbedaan dengan strategi mainan tradisional atau bisnis hasbro adalah Hasbro Interactive berfokus pada pengejaran target pendapatan dan inovasi produk baru dengan melauncingkan setiap produk barunya berdasarkan film yang telah sukses dipasaran dengan begitu dapat membantu promosi penjualan , sedangkan pada mainan tradisonal lebih berfokus pada rasa kenyaman ketika bermain serta tidak terlaku fokus pada inovasi atau pengembangan produk .
2. Kontrol Hasbro Interactive konsisten dengan srategi karena dengan keberhasilan strategi yang dipakai oleh Habro terbukti meningkatkan pertumbuhan perusahaan yang cepat serta pendapatan yang dapat meningkat begitu cepat Hasbro Interactive juga bekerja sama dengan Herb Baum dan Charlie McCarthy untuk melayani operasi dan Jackie Daya sebuah keuangan eksekutif dari industri penerbitan yang berhasil mengintegrasi beberapa perusahaan. Mereka bertugas mengawasi biaya perusahaan Hasbro Interactive. Rencana dan anggaran dipengaruhi oleh kinerja unit usaha. Hasbro berencana mengembangkan permainan baru sesuai dengan anggaran yang ada. Untuk itu setiap unit usaha pada setiap bulan melaporkan kondisi keuangan perusahaan sehingga dapat diproyeksikan perusahaan telah mencapai target dan pendapatan yang memungkinkan untuk anggaran realisasi rencana.
Minggu, 27 Oktober 2013
7 habbit steven courney
Kebiasaan 1: Jadilah Proaktif
Ambil inisiatif dalam kehidupan dengan menyadari bahwa keputusan Anda (dan bagaimana mereka menyelaraskan dengan prinsip hidup) adalah faktor penentu utama untuk efektivitas dalam hidup Anda. Bertanggung jawab untuk pilihan Anda dan konsekuensi yang mengikuti.
Kebiasaan 2: Mulailah dengan Tujuan Akhir
Cukup menemukan dan mengklarifikasi nilai-nilai karakter sangat penting dan tujuan hidup. Membayangkan karakteristik yang ideal untuk masing-masing berbagai peran dan hubungan dalam kehidupan. Buat pernyataan misi.
Kebiasaan 3: Put First Things First
Prioritaskan, merencanakan, dan melaksanakan tugas-tugas minggu Anda berdasarkan kepentingan daripada mendesak. Mengevaluasi apakah usaha Anda memberikan contoh nilai-nilai karakter yang diinginkan, mendorong Anda menuju tujuan, dan memperkaya peran dan hubungan yang diuraikan dalam Kebiasaan 2.
Interdependensi
Tiga berikutnya harus dilakukan dengan Interdependensi (yaitu, bekerja dengan orang lain):
Kebiasaan 4: Berpikir Menang-Menang
Benar-benar berusaha untuk solusi saling menguntungkan atau perjanjian dalam hubungan Anda. Nilai dan menghormati orang dengan memahami sebuah "kemenangan" untuk semua akhirnya merupakan resolusi jangka panjang yang lebih baik daripada jika hanya satu orang dalam situasi sudah jalan.
Kebiasaan 5: Berusaha Memahami Dahulu, Kemudian Berusaha Dipahami
Gunakan empatik mendengarkan akan benar-benar dipengaruhi oleh seseorang, yang memaksa mereka untuk membalas mendengarkan dan mengambil pikiran terbuka untuk dipengaruhi oleh Anda. Ini menciptakan suasana peduli, dan masalah pemecahan positif.
Kebiasaan 6: Bersinergi
Menggabungkan kekuatan dari orang-orang melalui kerja sama tim yang positif, sehingga untuk mencapai tujuan tidak ada orang yang bisa dilakukan sendiri.
Perubahan sikap
Ketika seseorang bekerja pada sikap, tidak ada yang bisa menjadi penghalang efektivitas seseorang dalam hidup.
Kebiasaan 7: Mengasah Gergaji
Saldo dan memperbaharui sumber daya, energi, dan kesehatan untuk membuat, jangka panjang, gaya hidup yang efektif berkelanjutan. Ini terutama menekankan latihan untuk pembaruan fisik, doa (meditasi, yoga, dll) dan bacaan yang baik untuk pembaharuan mental. Hal ini juga menyebutkan pelayanan kepada masyarakat untuk pembaruan spiritual.
Ambil inisiatif dalam kehidupan dengan menyadari bahwa keputusan Anda (dan bagaimana mereka menyelaraskan dengan prinsip hidup) adalah faktor penentu utama untuk efektivitas dalam hidup Anda. Bertanggung jawab untuk pilihan Anda dan konsekuensi yang mengikuti.
Kebiasaan 2: Mulailah dengan Tujuan Akhir
Cukup menemukan dan mengklarifikasi nilai-nilai karakter sangat penting dan tujuan hidup. Membayangkan karakteristik yang ideal untuk masing-masing berbagai peran dan hubungan dalam kehidupan. Buat pernyataan misi.
Kebiasaan 3: Put First Things First
Prioritaskan, merencanakan, dan melaksanakan tugas-tugas minggu Anda berdasarkan kepentingan daripada mendesak. Mengevaluasi apakah usaha Anda memberikan contoh nilai-nilai karakter yang diinginkan, mendorong Anda menuju tujuan, dan memperkaya peran dan hubungan yang diuraikan dalam Kebiasaan 2.
Interdependensi
Tiga berikutnya harus dilakukan dengan Interdependensi (yaitu, bekerja dengan orang lain):
Kebiasaan 4: Berpikir Menang-Menang
Benar-benar berusaha untuk solusi saling menguntungkan atau perjanjian dalam hubungan Anda. Nilai dan menghormati orang dengan memahami sebuah "kemenangan" untuk semua akhirnya merupakan resolusi jangka panjang yang lebih baik daripada jika hanya satu orang dalam situasi sudah jalan.
Kebiasaan 5: Berusaha Memahami Dahulu, Kemudian Berusaha Dipahami
Gunakan empatik mendengarkan akan benar-benar dipengaruhi oleh seseorang, yang memaksa mereka untuk membalas mendengarkan dan mengambil pikiran terbuka untuk dipengaruhi oleh Anda. Ini menciptakan suasana peduli, dan masalah pemecahan positif.
Kebiasaan 6: Bersinergi
Menggabungkan kekuatan dari orang-orang melalui kerja sama tim yang positif, sehingga untuk mencapai tujuan tidak ada orang yang bisa dilakukan sendiri.
Perubahan sikap
Ketika seseorang bekerja pada sikap, tidak ada yang bisa menjadi penghalang efektivitas seseorang dalam hidup.
Kebiasaan 7: Mengasah Gergaji
Saldo dan memperbaharui sumber daya, energi, dan kesehatan untuk membuat, jangka panjang, gaya hidup yang efektif berkelanjutan. Ini terutama menekankan latihan untuk pembaruan fisik, doa (meditasi, yoga, dll) dan bacaan yang baik untuk pembaharuan mental. Hal ini juga menyebutkan pelayanan kepada masyarakat untuk pembaruan spiritual.
Akuntansi Keuangan Lanjutan
Contoh Akuntansi kantor Agen
Pada Tahun 2014, Vindy Ice Cream yang berkedudukan di Yogyakarta membuka kantor agen di Solo, ikhtisar keuangan selama tahun 2014 adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan mengirimkan kas sebesar Rp1,000,000 untuk membentuk modal kerja kantor agen.
2. Perusahaan mengirimkan barang sample sebesar 500,000
3. Perusahaan melakukan pembelian barang dagangan seharga 10,000,000 secara kredit
4. Penjualan kantor pusat tunai 15,000,000 dengan HPP 8,000,000 sedangkan penjualan kantor agen 5,000,000 dengan HPP 3,000,000 secara kredit.
5. Penagihan piutang 4,000,000
6. Melunasi utrang dagang 50%
7. Pengeluaran Kas untuk biaya admin dan pemasaran kantor pusat masing-masing 500,000 dan 300,000 ; sedangkan kantor agen masing-masing 250,000 dan 100,000
8. Penyusutan aktiva gedung kantor pusat 200,000 dan kantor Agen 50,000
9. Persediaan sample tinggal 300,000
Buatlah jurnal secara terpisah dan tidak terpisah. Serta buatkan perhitungan laba/ruginya masing-masing !
SECARA TIDAK TERPISAH
No. Akun Debit kredit
1 Modal kerja kantor agen 1.000.000
Kas 1.000.000
2 Persediaan sample kantor Agen 500.000
Persediaan barang dagang 500.000
3 Persediaan barang dagang 10.000.000
Utang 10.000.000
4 Kas 15.000.000
Piutang 5.000.000
Penjualan 20.000.000
HPP 11.000.000
Persediaan barang dagang 11.000.000
5 kas 4.000.000
Piutang 4.000.000
6 Utang 5.000.000
Kas 5.000.000
7 biaya Admin 750.000
Biaya Pemsaran 400.000
kas 1.150.000
8 Biaya pemasaran 250.000
Akmlasi Penyusutan 250.000
9 Biaya Pemasaran 200.000
Persediaan sample Kantor agen 200.000
Perhitungan Laba Rugi
Jurnal Penutup
Penjualan 20000000
HPP 11000000
Biaya Admin 750000
Biaya Pemasaran 850000
Rugi/Laba 7400000
SECARA TERPISAH
No. Akun Debit kredit
1 Modal kerja kantor agen 1.000.000
Kas 1.000.000
2 Persediaan sample kantor Agen 500.000
Persediaan barang dagang 500.000
3 Persediaan barang dagang 10.000.000
Utang dagang 10.000.000
4 Kas 15.000.000
Piutang dagang 5.000.000
Penjualan pusat 15.000.000
Penjualan agen 5.000.000
HPP Pusat 8.000.000
HPP Agen 3.000.000
Persediaan barang dagang 11.000.000
5 kas 4.000.000
piutang 4.000.000
6 Utang dagang 5.000.000
Kas 5.000.000
7 Biaya admin pusat 500.000
Biaya admin agen 250.000
Biaya pemasaran pusat 300.000
Biaya pemasaran agen 100.000
kas 1.150.000
8 biaya Pemasaran pusat 200.000
biaya pemasaran agen 50.000
Akm Penyusutan 250.000
9 Biaya pemasaran agen 200.000
Persediaan sampel kantor agen 200.000
Perhitungan Laba Rugi
Jurnal Penutup (agen)
1 Penjualan agen 5000000
HPP agen 3000000
Biaya admin agen 250000
Biaya pemasran agen 350000
Rugi/Laba Agen 1400000
Jurnal Penutup (Pusat)
2 Penjualan 15000000
Rugi/Laba-agen 1400000
HPP pusat 8000000
Biaya Admin pusat 700000
biaya Pemasaran pusat 300000
Rugi/Laba agen 7400000
Pada Tahun 2014, Vindy Ice Cream yang berkedudukan di Yogyakarta membuka kantor agen di Solo, ikhtisar keuangan selama tahun 2014 adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan mengirimkan kas sebesar Rp1,000,000 untuk membentuk modal kerja kantor agen.
2. Perusahaan mengirimkan barang sample sebesar 500,000
3. Perusahaan melakukan pembelian barang dagangan seharga 10,000,000 secara kredit
4. Penjualan kantor pusat tunai 15,000,000 dengan HPP 8,000,000 sedangkan penjualan kantor agen 5,000,000 dengan HPP 3,000,000 secara kredit.
5. Penagihan piutang 4,000,000
6. Melunasi utrang dagang 50%
7. Pengeluaran Kas untuk biaya admin dan pemasaran kantor pusat masing-masing 500,000 dan 300,000 ; sedangkan kantor agen masing-masing 250,000 dan 100,000
8. Penyusutan aktiva gedung kantor pusat 200,000 dan kantor Agen 50,000
9. Persediaan sample tinggal 300,000
Buatlah jurnal secara terpisah dan tidak terpisah. Serta buatkan perhitungan laba/ruginya masing-masing !
SECARA TIDAK TERPISAH
No. Akun Debit kredit
1 Modal kerja kantor agen 1.000.000
Kas 1.000.000
2 Persediaan sample kantor Agen 500.000
Persediaan barang dagang 500.000
3 Persediaan barang dagang 10.000.000
Utang 10.000.000
4 Kas 15.000.000
Piutang 5.000.000
Penjualan 20.000.000
HPP 11.000.000
Persediaan barang dagang 11.000.000
5 kas 4.000.000
Piutang 4.000.000
6 Utang 5.000.000
Kas 5.000.000
7 biaya Admin 750.000
Biaya Pemsaran 400.000
kas 1.150.000
8 Biaya pemasaran 250.000
Akmlasi Penyusutan 250.000
9 Biaya Pemasaran 200.000
Persediaan sample Kantor agen 200.000
Perhitungan Laba Rugi
Jurnal Penutup
Penjualan 20000000
HPP 11000000
Biaya Admin 750000
Biaya Pemasaran 850000
Rugi/Laba 7400000
SECARA TERPISAH
No. Akun Debit kredit
1 Modal kerja kantor agen 1.000.000
Kas 1.000.000
2 Persediaan sample kantor Agen 500.000
Persediaan barang dagang 500.000
3 Persediaan barang dagang 10.000.000
Utang dagang 10.000.000
4 Kas 15.000.000
Piutang dagang 5.000.000
Penjualan pusat 15.000.000
Penjualan agen 5.000.000
HPP Pusat 8.000.000
HPP Agen 3.000.000
Persediaan barang dagang 11.000.000
5 kas 4.000.000
piutang 4.000.000
6 Utang dagang 5.000.000
Kas 5.000.000
7 Biaya admin pusat 500.000
Biaya admin agen 250.000
Biaya pemasaran pusat 300.000
Biaya pemasaran agen 100.000
kas 1.150.000
8 biaya Pemasaran pusat 200.000
biaya pemasaran agen 50.000
Akm Penyusutan 250.000
9 Biaya pemasaran agen 200.000
Persediaan sampel kantor agen 200.000
Perhitungan Laba Rugi
Jurnal Penutup (agen)
1 Penjualan agen 5000000
HPP agen 3000000
Biaya admin agen 250000
Biaya pemasran agen 350000
Rugi/Laba Agen 1400000
Jurnal Penutup (Pusat)
2 Penjualan 15000000
Rugi/Laba-agen 1400000
HPP pusat 8000000
Biaya Admin pusat 700000
biaya Pemasaran pusat 300000
Rugi/Laba agen 7400000
Dosen dan Mahasiswa
1.POKOK PEMBAHASAN
“ Seorang dosen yang mengajar tidak mendapat respon dari mahasiswa “
2. PEMBAHASAN
Dosen ketika mengajar sering tidak mendapatkan respon dari mahasiswa dapat diakibatkan karena banyak faktor seperti : jam kelas sore atau malam ketika mahasiswa sudah lelah seharian mengikuti mata kuliah sehingga mahasiswa lebih banyak pasif dan merasa mengantuk , materi yang disampaikan oleh dosen belum dipahami dengan baik oleh mahasiswa sehingga mahasiswa tidak memahami apa yang sedang dijelaskan oleh dosen , atau bisa jadi faktor dari dosen itu sendiri yang membuat lingkungan belajar mengajar dikelas kurang nyaman sehingga mahasiswa tidak sepenuhnya dapat kondusif dan efektif mengkuti kegiatan perkuliahan. Sebenarnya respon atau tidaknya mahasiswa itu tergantung dengan sikap mahasiswa itu sendiri . Respon tidak harus dengan selalu bertanya kepada dosen tetapi mencatat materi yang disampaikan dosen itu juga termasuk respon. Ketika seorang mahasiswa mencatat itu berarti dia telah menangkap materi kemudian menuangkannya ke dalam catatan. Mendengarkan dengan baik kemudian mengikuti alur dosen ketika menjelaskan serta duduk di barisan paling depan juga termasuk respon terhadap dosen. Selain itu respon mahasiswa juga dapat dilihat ketika seorang mahasiswa ada yang meminta file copy slide sehingga mahasiswa dapat belajar di rumah dengan file tersebut. Masalah respon mahasiswa terhadap dosen ini juga dipengaruhi faktor komunikasi. Komunikasi atau hubungan yang baik tentu akan mempermudah lancarnya kegiatan pembelajaran serta respon dari mahasiswa. Komunikasi dilakukan tidak hanya ketika di dalam kelas tetapi juga dilakukan diluar kelas dengan kegiatan organisasi atau kepembimbingan lainnya. Pada saat ini masih banyak didapati di Perguruan tinggi, yang dalam mengajar masih konvensional. Dalam arti, pengajar (dosen) mengajar secara alami sesuai dengan bakat mengajar yang dimiliki. Ada juga dosen yang mengajarnya cenderung meniru gaya orang yang dahulu pernah menjadi dosennya. Kenyataan diatas akan menimbulkan beberapa persoalan, baik bagi pengajar maupun peserta didik.
1. Tipe pertama misalnya, akan menimbulkan masalah bagi dosen yang tidak mempunyai bakat mengajar atau mempunyai keterbatasan dalam menyampaikan pesan secara lisan.
2. Tipe kedua jika tidak hati-hati, dosen cenderung akan meniru gaya orang yang diidolakannya, tanpa melihat sisi kelemahannya.
Dalam penyampaian materi perkuliahan kepada peserta didik/audien, ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah peserta didik, ruangan kelas, metode dan materi itu sendiri. Untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada suatu perkuliahan, metode pembelajaran dan komunikasi harus mendapat perhatian khusus dalam setiap proses pembelajaran. Metode pembelajaran dan komunikasi tidak selalu harus sama untuk setiap materi.
Proses belajar adalah suatu perubahan yang relatif tetap dalam persediaan tingkah laku, yang terjadi sebagai hasil pengalaman. Ini berarti, hanya dapat dikatakan terjadi proses belajar bila seseorang menunjukkan tingkah laku yang tidak sama. Jika ia dapat membuktikan pengetahuan tentang fakta-fakta baru atau ia bisa melakukan sesuatu, yang sebelumnya ia tidak dapat melakukannya. Jadi, proses belajar menempatkan seseorang dari status kemampuan atau kecakapan yang satu kepada kemampuan/kecakapan yang lain. Pengajar yang baik seharusnya memahami karakteristik masiswanya agar ia sukses dalam melaksanakan peran mengajarnya. Dalam proses belajar mengajar kemungkinan akan menemui mahasiswa yang sulit untuk melakukan kontak dengan dunia sekitarnya, suka mengasingkan diri, cenderung menutup diri. Dalam kaitan dengan hal ini, maka dosen hendaknya merencanakan proses belajar mengajar yang sesuai dengan keadaan dan kepribadian mahasiswa.
Belajar mengajar sebagai proses pada hakikatnya mengandung tiga unsur yaitu
1. Input (bahan mentah yang akan diolah)
2. Proses (kegiatan mengolah input)
3. Output (hasil yang telah diolah)
Suatu proses dipandang baik apabila kualitas output lebih baik dari pada input. Input proses belajar mengajar adalah mahasiswa sebelum perkuliahan. Proses belajar mengajar adalah interaksi antara komponen-komponen belajar mengajar yaitu tujuan, bahan, metode dosen, mahasiswa, fasilitas dan penilaian. Output dari proses belajar mengajar yaitu peserta didik (mahasiswa) setelah menerima perkuliahan.
3. TEKNIK KOMUNIKASI
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Proses belajar mengajar (PBM) merupakan suatu bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik, antara mahasiswa dengan dosen. Di dalam komunikasi tersebut terdapat pembentukan dan pengalihan pengetahuan, keterampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator (pendidik, dosen,) kepada komunikan (subyek didik, mahasiswa,) sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Unsur-unsur komunikasi :
1.Komunikator
2.Pesan
3.Media
4.Komunikan
5.Efek
Komunikasi merupakan suatu yang sangat pokok dalam setiap hubungan orang-orang. Begitu juga komunikasi dalam pembelajaran mempunyai tujuan. Tujuan komunikasi dalam pembelajaran sebagai berikut :
1. Menetapkan dan menjelaskan suatu materi perkuliahan
2. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan pembelajaran
3. Mengorganisasikan pembelajarn sehingga efektif dan efisien
4. Memilih, mengembangkan materi perkuliahan
5. Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu penjelasan kepada mahasiswa di mana setiap mahasiswa dapat memberikan tanggapan .
4. METODE ( STRATEGI )
1. Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sulit didapatkan.
2. Metode Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif . Metode diskusi dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong mahasiswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah apabila seorang dosen atau seorang demonstrator atau seorang mahasiswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatu proses.
4. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan mahasiswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
5. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana mahasiswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini mahasiswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
6. Metode Global
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana mahasiswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian mahasiswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.
5. CARA PENYELESAIAN
Dosen :
1. Dosen harus memahami peserta didik , ruangan kelas, metode dan materi yang akan dibahas
2. Menjalin komunikasi yang baik dengan mahasiswa
3. Memahami karakterisitik mahasiswa yang dibimbing
4. Merencanakan proses kegiatan pembelajaran yang sesuai keadaan dan kepribadian mahasiswa
Mahasiswa :
1. Menyiapkan bahan materi yang akan dijelaskan oleh dosen
2. Mempelajari materi sebelum dibahas dikelas sehingga mahasiswa sudah sedikit memahami dan dapat merespon dosen
3. Memposisikan diri dengan baik ketika kegiatan belajar berlangsung sehingga tidak terpengaruh oleh teman yang lain
4. Fokus terhadap pembelajaran
5. Memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dosen sehingga ketika ada yang kurang jelas langsung dapat ditanyakan kepada dosen yang bersangkutan
6. Mempersiapakan alat tulis dan segala peralatan yang akan digunakan dalam suatu mata kuliah sehingga dapat mengikuti pembelajaran dengan efektif
“ Seorang dosen yang mengajar tidak mendapat respon dari mahasiswa “
2. PEMBAHASAN
Dosen ketika mengajar sering tidak mendapatkan respon dari mahasiswa dapat diakibatkan karena banyak faktor seperti : jam kelas sore atau malam ketika mahasiswa sudah lelah seharian mengikuti mata kuliah sehingga mahasiswa lebih banyak pasif dan merasa mengantuk , materi yang disampaikan oleh dosen belum dipahami dengan baik oleh mahasiswa sehingga mahasiswa tidak memahami apa yang sedang dijelaskan oleh dosen , atau bisa jadi faktor dari dosen itu sendiri yang membuat lingkungan belajar mengajar dikelas kurang nyaman sehingga mahasiswa tidak sepenuhnya dapat kondusif dan efektif mengkuti kegiatan perkuliahan. Sebenarnya respon atau tidaknya mahasiswa itu tergantung dengan sikap mahasiswa itu sendiri . Respon tidak harus dengan selalu bertanya kepada dosen tetapi mencatat materi yang disampaikan dosen itu juga termasuk respon. Ketika seorang mahasiswa mencatat itu berarti dia telah menangkap materi kemudian menuangkannya ke dalam catatan. Mendengarkan dengan baik kemudian mengikuti alur dosen ketika menjelaskan serta duduk di barisan paling depan juga termasuk respon terhadap dosen. Selain itu respon mahasiswa juga dapat dilihat ketika seorang mahasiswa ada yang meminta file copy slide sehingga mahasiswa dapat belajar di rumah dengan file tersebut. Masalah respon mahasiswa terhadap dosen ini juga dipengaruhi faktor komunikasi. Komunikasi atau hubungan yang baik tentu akan mempermudah lancarnya kegiatan pembelajaran serta respon dari mahasiswa. Komunikasi dilakukan tidak hanya ketika di dalam kelas tetapi juga dilakukan diluar kelas dengan kegiatan organisasi atau kepembimbingan lainnya. Pada saat ini masih banyak didapati di Perguruan tinggi, yang dalam mengajar masih konvensional. Dalam arti, pengajar (dosen) mengajar secara alami sesuai dengan bakat mengajar yang dimiliki. Ada juga dosen yang mengajarnya cenderung meniru gaya orang yang dahulu pernah menjadi dosennya. Kenyataan diatas akan menimbulkan beberapa persoalan, baik bagi pengajar maupun peserta didik.
1. Tipe pertama misalnya, akan menimbulkan masalah bagi dosen yang tidak mempunyai bakat mengajar atau mempunyai keterbatasan dalam menyampaikan pesan secara lisan.
2. Tipe kedua jika tidak hati-hati, dosen cenderung akan meniru gaya orang yang diidolakannya, tanpa melihat sisi kelemahannya.
Dalam penyampaian materi perkuliahan kepada peserta didik/audien, ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan, diantaranya adalah peserta didik, ruangan kelas, metode dan materi itu sendiri. Untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada suatu perkuliahan, metode pembelajaran dan komunikasi harus mendapat perhatian khusus dalam setiap proses pembelajaran. Metode pembelajaran dan komunikasi tidak selalu harus sama untuk setiap materi.
Proses belajar adalah suatu perubahan yang relatif tetap dalam persediaan tingkah laku, yang terjadi sebagai hasil pengalaman. Ini berarti, hanya dapat dikatakan terjadi proses belajar bila seseorang menunjukkan tingkah laku yang tidak sama. Jika ia dapat membuktikan pengetahuan tentang fakta-fakta baru atau ia bisa melakukan sesuatu, yang sebelumnya ia tidak dapat melakukannya. Jadi, proses belajar menempatkan seseorang dari status kemampuan atau kecakapan yang satu kepada kemampuan/kecakapan yang lain. Pengajar yang baik seharusnya memahami karakteristik masiswanya agar ia sukses dalam melaksanakan peran mengajarnya. Dalam proses belajar mengajar kemungkinan akan menemui mahasiswa yang sulit untuk melakukan kontak dengan dunia sekitarnya, suka mengasingkan diri, cenderung menutup diri. Dalam kaitan dengan hal ini, maka dosen hendaknya merencanakan proses belajar mengajar yang sesuai dengan keadaan dan kepribadian mahasiswa.
Belajar mengajar sebagai proses pada hakikatnya mengandung tiga unsur yaitu
1. Input (bahan mentah yang akan diolah)
2. Proses (kegiatan mengolah input)
3. Output (hasil yang telah diolah)
Suatu proses dipandang baik apabila kualitas output lebih baik dari pada input. Input proses belajar mengajar adalah mahasiswa sebelum perkuliahan. Proses belajar mengajar adalah interaksi antara komponen-komponen belajar mengajar yaitu tujuan, bahan, metode dosen, mahasiswa, fasilitas dan penilaian. Output dari proses belajar mengajar yaitu peserta didik (mahasiswa) setelah menerima perkuliahan.
3. TEKNIK KOMUNIKASI
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Proses belajar mengajar (PBM) merupakan suatu bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik, antara mahasiswa dengan dosen. Di dalam komunikasi tersebut terdapat pembentukan dan pengalihan pengetahuan, keterampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator (pendidik, dosen,) kepada komunikan (subyek didik, mahasiswa,) sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Unsur-unsur komunikasi :
1.Komunikator
2.Pesan
3.Media
4.Komunikan
5.Efek
Komunikasi merupakan suatu yang sangat pokok dalam setiap hubungan orang-orang. Begitu juga komunikasi dalam pembelajaran mempunyai tujuan. Tujuan komunikasi dalam pembelajaran sebagai berikut :
1. Menetapkan dan menjelaskan suatu materi perkuliahan
2. Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan pembelajaran
3. Mengorganisasikan pembelajarn sehingga efektif dan efisien
4. Memilih, mengembangkan materi perkuliahan
5. Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu penjelasan kepada mahasiswa di mana setiap mahasiswa dapat memberikan tanggapan .
4. METODE ( STRATEGI )
1. Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sulit didapatkan.
2. Metode Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif . Metode diskusi dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah.
3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong mahasiswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah apabila seorang dosen atau seorang demonstrator atau seorang mahasiswa memperlihatkan kepada seluruh kelas sesuatu proses.
4. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan mahasiswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
5. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana mahasiswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini mahasiswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
6. Metode Global
Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana mahasiswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian mahasiswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.
5. CARA PENYELESAIAN
Dosen :
1. Dosen harus memahami peserta didik , ruangan kelas, metode dan materi yang akan dibahas
2. Menjalin komunikasi yang baik dengan mahasiswa
3. Memahami karakterisitik mahasiswa yang dibimbing
4. Merencanakan proses kegiatan pembelajaran yang sesuai keadaan dan kepribadian mahasiswa
Mahasiswa :
1. Menyiapkan bahan materi yang akan dijelaskan oleh dosen
2. Mempelajari materi sebelum dibahas dikelas sehingga mahasiswa sudah sedikit memahami dan dapat merespon dosen
3. Memposisikan diri dengan baik ketika kegiatan belajar berlangsung sehingga tidak terpengaruh oleh teman yang lain
4. Fokus terhadap pembelajaran
5. Memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dosen sehingga ketika ada yang kurang jelas langsung dapat ditanyakan kepada dosen yang bersangkutan
6. Mempersiapakan alat tulis dan segala peralatan yang akan digunakan dalam suatu mata kuliah sehingga dapat mengikuti pembelajaran dengan efektif
Tujuan Hukum Dalam Islam
Tujuan hukum dalam islam dibahas dalam sebuah teori yang disebut dengan teori Maqasid al-Syari’ah. Maqashid al-syari’at bearti maksud dan tujuan disyari’atkan hukum islam. Hukum islam mempunyai sebuah tujuan yang harus diketahui oleh mustahid dalam rangka mengembangkan pemikiran hukum dalam Islam secara umum dan menjawab persoalan-persoalan hukum kontemporer yang kasusnya tidak diatur secara ekplisit oleh Al-Quran dan Hadits. Persoalan-persoalan hukum yang dimaksud adalah hukum yang menyangkut bidang mu’amalah. Dalam menghadapi persoalan-peroalan kontemporer perlu diteliti terlebih dahulu hakikat dari masalah tersebut.
Tujuan Allah SWT mensyari’atkan hukumnya adalah untuk memelihara kemaslahatan manusia sekaligus untuk menghindari mafsadat baik di dunia maupun di akhirat. Dalam mewujudkan hal tersebut berdasarkan penelitian para ahli ushul fiqih ada lima pokok yang harus dipelihara dan diwujudkan yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Menurut Al-Syatibi penetapan kelima pokok di atas didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits. Kemudian masing-masing dari kelima pokok itu dijabarkan berdasarkan kepentingan dan kebutuhannya seperti berikut :
1. Memelihara Agama ( Hifzh al Din )
Menjaga dan memelihara agama dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan berdasarkan kepentingannya :
Memelihara agama dalam peringkat daruriyyat, yaitu memelihara dan melaksanakan kewajiban keagamaan yang masuk peringkat primer, seperti melaksanakan shalat lima waktu. Apabila shalat itu diabaikan maka akan terancamlah eksistensi agama.
Memelihara agama dalam rangka peringkat hajiyyat, yaitu melaksanakan ketentuan agama dengan maksud menghindari kesulitan, seperti shalat jamak dan shalat qashar bagi yang sedang berpergian jauh. Apabila tidak dilaksanakan tidak akan mengancam eksistensi agama namun hanya akan mempersulit bagi yang lain.
Memelihara agama dalam peringkat tahsiniyyat, yaitu mengikuti petunjuk agama untuk menjunjung tinggi martabat manusia sekaligus melengkapi pelaksanaan kewajiban kepada Tuhan. Seperti contoh menutup aurat ( baik di dalam maupun di luar shalat ), membersihkan badan , pakaian, dan tempat. Contoh di atas tidak akan mengganggu eksistensi agama dan mempersulit orang lain namun sangat erat kaitannya dengan akhlaq terpuji.
2. Memelihara Jiwa ( Hifzh al Nafs )
Memelihara jiwa dibagi menjadi 3 tingkat berdasarkan kepentingannya :
Memelihara dalam peringkat daruriyyat, seperti kebutuhan pokok berupa makanan untuk mempertahankan hidup. Jika kebutuhan pokok ini diabaikan maka akan berakibat terancamnya eksistensi jiwa manusia.
Memelihara jiwa dalam peringkat hajiyyat, seperti diperbolehkannya berburu binatang untuk menikmati makanan yang lezat dan halal. Jika diabaikan tidak akan mengganggu eksistensi manusia melainkan hanya mempersulit hidupnya.
Memelihara jiwa dalam peringkat tahsiniyyat, seperti ditetapkannya tata cara makan dan minum. Hal ini tidak mengancam eksistensi jiwa manusia maupun mempersulit kehidupan seseorang tetapi berhubungan dengan kesopanan dan etika.
3. Memelihara Akal ( Hifzh al-‘Aql )
Memelihara akal dapat dibagi menjadi tiga berdasarkan kepentingannya :
Memelihara akal dalam peringkat daruriyyat, seperti diharamkan meminum minuman keras. Jika ketentuan ini tidak diindahkan maka akan berakibat terancamnya eksistensi akal.
Memelihara akal dalam peringkat hajiyyat, seperti dianjurkannya menuntut ilmu pengetahuan. Jika hal itu tidak dilaksanakan tidak akan merusak akal tetapi akan mempersulit diri seseorang dalam kaitannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan.
Memelihara akal dalam peringkat tahsiniyyat, seperti menghindari diri dari menghayal atau mendengarkan sesuatu yang tidak berfaidah. Hal ini kaitannya dengan etiket tidak akan mengancam eksistensi akal secara langsung.
4. Memelihara Keturunan ( Hafzh al-Nasl )
Memelihara keturunan dibagi menjadi tiga tingkat berdasarkan kebutuhannya :
Memelihara keturunan dalam peringkat daruriyyat, seperti disyari’atkan menikah dan dilarang berzina. Jika hal ini diabaikan maka eksistensi keturunan akan terancam.
Memelihara keturunan dalam peringkat hajiyyat, seperti ditetapkannya ketentuan menyebutkan mahar bagi suami pada waktu akad nikah dan diberikannya talaq padanya. Jika mahar tidak disebutkan waktu akad nikah maka suami harus membayar mahar misl. Sedangkan dalam kasus talaq jika suami tidak menggunakan hak talaknya maka ia akan mengalami kesulitan padahal rumah tangganya tidak harmonis.
Memelihara keturunan dalam peringkat tahsiniyyat, seperti disyari’atkan khitbah atau walimat dalam perkawinan
Tujuan Allah SWT mensyari’atkan hukumnya adalah untuk memelihara kemaslahatan manusia sekaligus untuk menghindari mafsadat baik di dunia maupun di akhirat. Dalam mewujudkan hal tersebut berdasarkan penelitian para ahli ushul fiqih ada lima pokok yang harus dipelihara dan diwujudkan yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Menurut Al-Syatibi penetapan kelima pokok di atas didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits. Kemudian masing-masing dari kelima pokok itu dijabarkan berdasarkan kepentingan dan kebutuhannya seperti berikut :
1. Memelihara Agama ( Hifzh al Din )
Menjaga dan memelihara agama dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan berdasarkan kepentingannya :
Memelihara agama dalam peringkat daruriyyat, yaitu memelihara dan melaksanakan kewajiban keagamaan yang masuk peringkat primer, seperti melaksanakan shalat lima waktu. Apabila shalat itu diabaikan maka akan terancamlah eksistensi agama.
Memelihara agama dalam rangka peringkat hajiyyat, yaitu melaksanakan ketentuan agama dengan maksud menghindari kesulitan, seperti shalat jamak dan shalat qashar bagi yang sedang berpergian jauh. Apabila tidak dilaksanakan tidak akan mengancam eksistensi agama namun hanya akan mempersulit bagi yang lain.
Memelihara agama dalam peringkat tahsiniyyat, yaitu mengikuti petunjuk agama untuk menjunjung tinggi martabat manusia sekaligus melengkapi pelaksanaan kewajiban kepada Tuhan. Seperti contoh menutup aurat ( baik di dalam maupun di luar shalat ), membersihkan badan , pakaian, dan tempat. Contoh di atas tidak akan mengganggu eksistensi agama dan mempersulit orang lain namun sangat erat kaitannya dengan akhlaq terpuji.
2. Memelihara Jiwa ( Hifzh al Nafs )
Memelihara jiwa dibagi menjadi 3 tingkat berdasarkan kepentingannya :
Memelihara dalam peringkat daruriyyat, seperti kebutuhan pokok berupa makanan untuk mempertahankan hidup. Jika kebutuhan pokok ini diabaikan maka akan berakibat terancamnya eksistensi jiwa manusia.
Memelihara jiwa dalam peringkat hajiyyat, seperti diperbolehkannya berburu binatang untuk menikmati makanan yang lezat dan halal. Jika diabaikan tidak akan mengganggu eksistensi manusia melainkan hanya mempersulit hidupnya.
Memelihara jiwa dalam peringkat tahsiniyyat, seperti ditetapkannya tata cara makan dan minum. Hal ini tidak mengancam eksistensi jiwa manusia maupun mempersulit kehidupan seseorang tetapi berhubungan dengan kesopanan dan etika.
3. Memelihara Akal ( Hifzh al-‘Aql )
Memelihara akal dapat dibagi menjadi tiga berdasarkan kepentingannya :
Memelihara akal dalam peringkat daruriyyat, seperti diharamkan meminum minuman keras. Jika ketentuan ini tidak diindahkan maka akan berakibat terancamnya eksistensi akal.
Memelihara akal dalam peringkat hajiyyat, seperti dianjurkannya menuntut ilmu pengetahuan. Jika hal itu tidak dilaksanakan tidak akan merusak akal tetapi akan mempersulit diri seseorang dalam kaitannya dengan pengembangan ilmu pengetahuan.
Memelihara akal dalam peringkat tahsiniyyat, seperti menghindari diri dari menghayal atau mendengarkan sesuatu yang tidak berfaidah. Hal ini kaitannya dengan etiket tidak akan mengancam eksistensi akal secara langsung.
4. Memelihara Keturunan ( Hafzh al-Nasl )
Memelihara keturunan dibagi menjadi tiga tingkat berdasarkan kebutuhannya :
Memelihara keturunan dalam peringkat daruriyyat, seperti disyari’atkan menikah dan dilarang berzina. Jika hal ini diabaikan maka eksistensi keturunan akan terancam.
Memelihara keturunan dalam peringkat hajiyyat, seperti ditetapkannya ketentuan menyebutkan mahar bagi suami pada waktu akad nikah dan diberikannya talaq padanya. Jika mahar tidak disebutkan waktu akad nikah maka suami harus membayar mahar misl. Sedangkan dalam kasus talaq jika suami tidak menggunakan hak talaknya maka ia akan mengalami kesulitan padahal rumah tangganya tidak harmonis.
Memelihara keturunan dalam peringkat tahsiniyyat, seperti disyari’atkan khitbah atau walimat dalam perkawinan
Budaya dan Lingkungan Organisasi
A. MANAGER
Seorang manager dapat mempengaruhi kinerja suatu organisasi, manager bekerja tidak secara langsung namun dengan dibantu pihak-pihak di bawah manager . Seorang manager di kalangan masyarakat umumnya adalah seeorang yang bertanggung jawab secara langsung terhadap keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi yang mereka pimpin .Ada dua pandangan yang berpendapat berbeda tentang manager yaitu :
1) Pandangan Mumpuni
Seorang manager yang baik dapat mengantisipasi perubahan, memanfaatkan peluang,memperbaikikinerja yang buruk, dan memimpinorganisasi dengan baik. Dalam pandangan mumpuni seorang manager secara langsung bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam organsasinya.
2) Pandangan Simbolis
Pandangan ini berpendapat bahwa keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi ditentukan bukan oleh manager tetapi yang berperan paling besar adalah faktor-faktor di luar kekuasaan manager. Dalam hal ini seorang manager dibatasi oleh budaya dan lingkungan organisasi.
B. BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi adalah nilai-nilai, prinsip-prinsip, tradisi, dan cara-cara bekerja yang di anut bersama oleh anggota organisasi dan mempengaruhi cara mereka bertindak. Budaya mempunyai beberapa makna yaitu :
Budaya adalah sebuah presepsi , bukan sesuatu yang dapat disentuh atau dilihat secara fisik, namun para karyawan menerima dan memahami melalui apa yang mereka alami dalam organisasi.
Budaya adalah organisasi yang bersifat deskriptif yaitu berkenaan dengan bagaimana para anggota menerima dan mengartikan budaya tersebut.
Budaya merupakan aspek penerimaan ( penganutan ) yaitu meskipun para anggota dari latar belakang yang berbeda dan dari jenjang organisasi yang berbeda tetapi mereka cenderung mengartikan budaya organisasi dengan cara yang sama.
Budaya organisasi memiliki beberapa dimensi yaitu perhatian yang detail, orientasi manusia ,orientasi hasil, agresivitas, pengambilan resiko, dan inovasi. Dalam budaya organisasi sebuah budaya dipertahankan melalui tahap dan perencanaan para anggota seperti seleksi para anggota karyawan, tindakan jajaran manajemen puncak serta beberapa proses sosialisasi. Semakin kuat budaya organisasi maka semakin kuat mempengaruhi cara kerja manager menjalankan tugasnya seperti bagaimana seorang manager mengambil resiko untuk merencanakan , menata , memimpin, dan mengendalikan organisasinya.
C. ISU-ISU BUDAYA ORGANISASI TERKINI
Beberapa uraian tentang karakteristik budaya terkini antara lain :
1) Menciptakan budaya beretika
Budaya dalam sebuah organisasi dapat mempengaruhi etika serta perilaku di antara para anggotanya. Budaya beretika dalam hal ini memberikan toleransi yang tinggi terhadap resiko, memberikan ruang bagi agresivitas,dan memberikan penekanan pda hasil maupun proses.
2) Menciptakan budaya inovatif
Budaya yang berinovatif memiliki ciri-ciri seperti : tantangan dan keterlibatan dalam kesuksesan perusahaan, kebebasan berpendapat, kepercayaan dan keterbukaan sesama karyawan, waktu , keceriaan / humor di tempat kerja, penyelesaian konflik, silang-pendapat antar karyawan, serta pengambilan resiko kepada karyawan.
3) Menciptakan budaya berorientasi pelanggan
Budaya berorientasi pelanggan meliputi : karyawan yang ramah dan mudah bergaul, aturan dan prosedur yang kaku serta mengikat, pemberdayaan karyawan, peran dan sasaran yang jelas, dan karyawan yang termotivasi memuaskan pelanggan.
4) Menciptakan budaya yang mendukung kebhinekaan
Yaitu mempekerjakan orang-orang dengan latar belakang yang heterogen baik ras, etnik, usia, jenis kelamin, maupun karakteristik lainnya.
D. LINGKUNGAN
Lingkungan spesifik meliputi kekuatan eksternal yang secara langsung mempengaruhi keputusan dan tindakan para manager. Kekuatan utama yang membentuk lingkungan spesifik adalah pelanggan,pemasok, pesaing, dan kelompok kepentingan dalam masyarakat. Selain lingkungan spesifik adajuga lingkungan umum atau lingkungan generik yang meliputi kondisi-kondisi ekonomi, politik/hukum, sosial budaya, demograis, teknologi, dan global secara luas.Meskipun beberapa fakto tidak terlalu mempengaruhi organisasi tetapi para manager tetap harus memperhatikan fungsi perencanaan , penataan, kepemimpinan, dan pengendalian.
Ligkungan dapat mempegaruhi para manager malaui ketidakpastian yang dikandung oleh lingkungan itu sendiri dan melalui beragam hubungan yang ada di antara organisasi serta para pihak yang berkepentingan dengan organisasi (stakeholders ). Selain itu di dalam sebuah lingkungn terdapat beberapa langkah untuk mengelola stakeholders yaitu dengan mengenali para pemangku kepentingan ( stakeholders ) organisasi, mengetahui apa kepentingan dan kemauan para puhak tersebut terhadap organisasi, menentukan seberapa penting atau seberapa besar pengaruh setiap pihak bagi keputusan atau tindakan organisasi, serta menetukan hubungan dengan para pemangku kepentingan itu.
Seorang manager dapat mempengaruhi kinerja suatu organisasi, manager bekerja tidak secara langsung namun dengan dibantu pihak-pihak di bawah manager . Seorang manager di kalangan masyarakat umumnya adalah seeorang yang bertanggung jawab secara langsung terhadap keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi yang mereka pimpin .Ada dua pandangan yang berpendapat berbeda tentang manager yaitu :
1) Pandangan Mumpuni
Seorang manager yang baik dapat mengantisipasi perubahan, memanfaatkan peluang,memperbaikikinerja yang buruk, dan memimpinorganisasi dengan baik. Dalam pandangan mumpuni seorang manager secara langsung bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam organsasinya.
2) Pandangan Simbolis
Pandangan ini berpendapat bahwa keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi ditentukan bukan oleh manager tetapi yang berperan paling besar adalah faktor-faktor di luar kekuasaan manager. Dalam hal ini seorang manager dibatasi oleh budaya dan lingkungan organisasi.
B. BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi adalah nilai-nilai, prinsip-prinsip, tradisi, dan cara-cara bekerja yang di anut bersama oleh anggota organisasi dan mempengaruhi cara mereka bertindak. Budaya mempunyai beberapa makna yaitu :
Budaya adalah sebuah presepsi , bukan sesuatu yang dapat disentuh atau dilihat secara fisik, namun para karyawan menerima dan memahami melalui apa yang mereka alami dalam organisasi.
Budaya adalah organisasi yang bersifat deskriptif yaitu berkenaan dengan bagaimana para anggota menerima dan mengartikan budaya tersebut.
Budaya merupakan aspek penerimaan ( penganutan ) yaitu meskipun para anggota dari latar belakang yang berbeda dan dari jenjang organisasi yang berbeda tetapi mereka cenderung mengartikan budaya organisasi dengan cara yang sama.
Budaya organisasi memiliki beberapa dimensi yaitu perhatian yang detail, orientasi manusia ,orientasi hasil, agresivitas, pengambilan resiko, dan inovasi. Dalam budaya organisasi sebuah budaya dipertahankan melalui tahap dan perencanaan para anggota seperti seleksi para anggota karyawan, tindakan jajaran manajemen puncak serta beberapa proses sosialisasi. Semakin kuat budaya organisasi maka semakin kuat mempengaruhi cara kerja manager menjalankan tugasnya seperti bagaimana seorang manager mengambil resiko untuk merencanakan , menata , memimpin, dan mengendalikan organisasinya.
C. ISU-ISU BUDAYA ORGANISASI TERKINI
Beberapa uraian tentang karakteristik budaya terkini antara lain :
1) Menciptakan budaya beretika
Budaya dalam sebuah organisasi dapat mempengaruhi etika serta perilaku di antara para anggotanya. Budaya beretika dalam hal ini memberikan toleransi yang tinggi terhadap resiko, memberikan ruang bagi agresivitas,dan memberikan penekanan pda hasil maupun proses.
2) Menciptakan budaya inovatif
Budaya yang berinovatif memiliki ciri-ciri seperti : tantangan dan keterlibatan dalam kesuksesan perusahaan, kebebasan berpendapat, kepercayaan dan keterbukaan sesama karyawan, waktu , keceriaan / humor di tempat kerja, penyelesaian konflik, silang-pendapat antar karyawan, serta pengambilan resiko kepada karyawan.
3) Menciptakan budaya berorientasi pelanggan
Budaya berorientasi pelanggan meliputi : karyawan yang ramah dan mudah bergaul, aturan dan prosedur yang kaku serta mengikat, pemberdayaan karyawan, peran dan sasaran yang jelas, dan karyawan yang termotivasi memuaskan pelanggan.
4) Menciptakan budaya yang mendukung kebhinekaan
Yaitu mempekerjakan orang-orang dengan latar belakang yang heterogen baik ras, etnik, usia, jenis kelamin, maupun karakteristik lainnya.
D. LINGKUNGAN
Lingkungan spesifik meliputi kekuatan eksternal yang secara langsung mempengaruhi keputusan dan tindakan para manager. Kekuatan utama yang membentuk lingkungan spesifik adalah pelanggan,pemasok, pesaing, dan kelompok kepentingan dalam masyarakat. Selain lingkungan spesifik adajuga lingkungan umum atau lingkungan generik yang meliputi kondisi-kondisi ekonomi, politik/hukum, sosial budaya, demograis, teknologi, dan global secara luas.Meskipun beberapa fakto tidak terlalu mempengaruhi organisasi tetapi para manager tetap harus memperhatikan fungsi perencanaan , penataan, kepemimpinan, dan pengendalian.
Ligkungan dapat mempegaruhi para manager malaui ketidakpastian yang dikandung oleh lingkungan itu sendiri dan melalui beragam hubungan yang ada di antara organisasi serta para pihak yang berkepentingan dengan organisasi (stakeholders ). Selain itu di dalam sebuah lingkungn terdapat beberapa langkah untuk mengelola stakeholders yaitu dengan mengenali para pemangku kepentingan ( stakeholders ) organisasi, mengetahui apa kepentingan dan kemauan para puhak tersebut terhadap organisasi, menentukan seberapa penting atau seberapa besar pengaruh setiap pihak bagi keputusan atau tindakan organisasi, serta menetukan hubungan dengan para pemangku kepentingan itu.
Muhammadiyah
Muhammadiyah adalah gerakan dakwah islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan As-sunnah. Dakwah berarti mengajak/menyeru untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman keagamaan ajaran islam secara sesuai dengan Al-Qur’an dan As-sunnah. Muhammadiyah menyampaikan islam sebagaimana agama yang memberikan ketenangan. Dakwah yang dikembangkan adalah kebijakan yang bersumber dari kearifan masyarakat yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Dakwah bagi orang muslim berguna untuk meningkatkan kualitas pribadi sedangkan bagi orang non muslim dakwah dapt memberikan pemahaman mengenai ajaran islam secara tepat. Muhammadiyah menghendaki umatnya untuk melakukan tajdid. Tajdid merupakan permunian/peningkatan, pengembangan, modernisasi/pembahasan. Pemurnian berupaya melakukan proses pemurnian ajaran islam dari berbagai pengaruh pemikiran/paham yang tidak sesuai. Pemahaman berupaya mengembangkan ajaran islam dengan model pendekatan melalui berbagai metode serta cara dakwah nyata. Muhammadiyah juga mengajarkan untuk beramal usaha seperti :
1) Bidang dakwah : pengajian masjid
2) Bidang pendidikan : TK, Sekolah
3) Bidang sosial : panti asuhan, panti jompo
4) Bidang kesehatan : RS, klinik kesehatan
Falsafah ajaran muhammadiyah :
1) Kita manusia ini hidup di dunia cuma sekali untuk bertaruh sesudah mati akan mendapatkan kebahagiaan/kesengsaraan. Dalam hal ini muhammadiyah mengajarkan untuk tidak hanya memikirkan urusan dunia tetapi akan akan hari akhir yang hakiki yaitu akhirat sehingga manusia tidak boleh terbuai dengan dunia.
2) Kebanyakan diantara manusia berwatak angkuh dan takkabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. Untuk itu tidak boleh merasa benar sendiri, tidak diperkenankan menjelekan orang lain, saling menghargai karena kebenaran hanya milik Allah.
3) Manusia mengerjakan apa pun sekali dua kali berulang-ulang kemudian menjadi biasa lalu menjadi kebiasaan yang susah dirubah, jika ada yang merubah mereka akan membela dan mengorbankan jiwa raga karena anggapannya bahwa yang mereka miliki adalah benar. Artinya sesuatu yang kita miliki sekarang adalah kebiasaan , kebiasaan susah untuk dirubah dan dalam mengambil keputusan hendaknya hati-hati.
4) Manusia perlu digolongkan menjadi 1 dalam kebenaran harus bersama-sama menggunakan akal pikiran untuk mengkoneksikan soal iktikad dan kepercayaan tujuan hidup dan tingkah laku mencari kebenaran.
5) Manusia memperoleh keputusan dengan akal pikiran sendiri sehingga dapat mengetahui dan menetapkan perbuatan benar. Misalnya dengan organisasi .
6) Pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mempermainkan manusia yang bodoh-bodoh dan lemah.
7) Pelajaran terbagi menjadi 2 yaitu :
• Belajar ilmu pengetahuan/teori
• Belajar amal ( mempraktekannya )
Seorang muslim yang baik memiliki ciri-ciri :
Hidup yang terbaik
Tidak takkabur
Mau menerima pendapat orang lain
Bekerja sama untuk mencapai hidup terbaik
Berkelanjutan
Tanggungjawab dan rela berkorban
Mempraktekan
Anggaran besar muhammadiyah yaitu muqoddimah yang merupakan ideologi muhammadiyah yang memberi gambaran tentang pandangan muhammadiyah mengenai kehidupan manusia di muka bumi serta menjiwai segala gerakdan usaha muhammadiyah dan pola komunikasi. Tujuannya adalah hidup manusia berdasar tauhid Allah beribadah dan taat kepada Allah. Ada pun beberapa pokok pikiran muhammadiyah yaitu :
1) Ajaran tauhid adalah esensi dan tumpuan ajaran islam yang tetap, tidak berubah dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW. Beberapa kepercayaan tauhid :
- Keyakinan Allah mencipta dan memelihara alam semesta
- Yakin Allah yang berhak dan wajib disembah
- Percaya hari akhir dan hidup untuk beramal sholeh
- Mengantarkan kehidupan manusia pada posisi dan kedudukan yang sebagaimana tujuan penciptaanya oleh Allah
- Mendorong manusia menjadikan hidupnya untuk beribadah dan mengantarkan manusia pada kedudukan yang mulia
2) Hidup manusia itu bermanfaat. Manusia hidup bersosialisasi dengan lingkungan serta keadaan dimana mereka tinggal serta saling tolong menolong untuk mencapai tujuan bersama yaitu surga Allah
3) Hanya hukum Allah yang dapat membentuk pribadi yang utama dan mngatur ketertiban hidup bersama menuju kehidupan bahagia sejahtera dunia dan akhirat. Hal ini mengandung makna :
- Tujuan islam mengandung ajaran yang sempurna , petunjuk kebahagiaan
- Agama islam tidak hanya terkait aspek ibadah dan akhlak tetapi seluruh kehidupan manusia
4) Menegakkan agama islam untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebesar-besarnya adalah wajib. Sebagai bagian ibadah dan perbuatan islam dan kepada masyarakat. Makna yang terkandung :
- Menyampaikan ajaran islam adalah ciri dari keimanan seseorang
- Amal usaha harus berorientasi pada perwujudan pelaksanaan ajaran islam
- Pelaksanaan ajaran islam adalah bagian dari pemenuhan amanat Allah
5) Perjuangan mencapai tujuan mengikuti perjuangan para rosul. Yaitu :
- Para rosul adalah contoh yang baik
- Setiap perjuangan perlu membaca pola
6) Perwujudan dan cita-cita dapat dilakukan dengan berorganisasi. Makna yang terkandung :
- Orang adalah alat perjuangan
- Musyawarah dalam organisasi sebagai dasar pengambilan keputusan
- Tugas pokok muhammadiyah adalah dakwah islam , amar ma’ruf dan nahi mungkar
7) Muhammadiyah adalah untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebesar-besarnya. Maknanya :
- Masyarakat islam sebenarnya tangga menuju keridlaan Allah SWT
- Halal dan baik
- Masyarakat islam itu aman , makmur, bahagia, bersaudara
Keunikan muhammadiyah tercantum dalam filsafah ajaran muhammadiyah, tujuan muhammadiyah , bagaimana muhammadiyah membentuk seorang muslim yang baik, serta cita-cita muhammadiyah dalam mewujudkan manusia islam yang bahagia, mulia dan sesuai dengan keyakinan Allah.
1) Bidang dakwah : pengajian masjid
2) Bidang pendidikan : TK, Sekolah
3) Bidang sosial : panti asuhan, panti jompo
4) Bidang kesehatan : RS, klinik kesehatan
Falsafah ajaran muhammadiyah :
1) Kita manusia ini hidup di dunia cuma sekali untuk bertaruh sesudah mati akan mendapatkan kebahagiaan/kesengsaraan. Dalam hal ini muhammadiyah mengajarkan untuk tidak hanya memikirkan urusan dunia tetapi akan akan hari akhir yang hakiki yaitu akhirat sehingga manusia tidak boleh terbuai dengan dunia.
2) Kebanyakan diantara manusia berwatak angkuh dan takkabur mereka mengambil keputusan sendiri-sendiri. Untuk itu tidak boleh merasa benar sendiri, tidak diperkenankan menjelekan orang lain, saling menghargai karena kebenaran hanya milik Allah.
3) Manusia mengerjakan apa pun sekali dua kali berulang-ulang kemudian menjadi biasa lalu menjadi kebiasaan yang susah dirubah, jika ada yang merubah mereka akan membela dan mengorbankan jiwa raga karena anggapannya bahwa yang mereka miliki adalah benar. Artinya sesuatu yang kita miliki sekarang adalah kebiasaan , kebiasaan susah untuk dirubah dan dalam mengambil keputusan hendaknya hati-hati.
4) Manusia perlu digolongkan menjadi 1 dalam kebenaran harus bersama-sama menggunakan akal pikiran untuk mengkoneksikan soal iktikad dan kepercayaan tujuan hidup dan tingkah laku mencari kebenaran.
5) Manusia memperoleh keputusan dengan akal pikiran sendiri sehingga dapat mengetahui dan menetapkan perbuatan benar. Misalnya dengan organisasi .
6) Pemimpin-pemimpin itu biasanya hanya mempermainkan manusia yang bodoh-bodoh dan lemah.
7) Pelajaran terbagi menjadi 2 yaitu :
• Belajar ilmu pengetahuan/teori
• Belajar amal ( mempraktekannya )
Seorang muslim yang baik memiliki ciri-ciri :
Hidup yang terbaik
Tidak takkabur
Mau menerima pendapat orang lain
Bekerja sama untuk mencapai hidup terbaik
Berkelanjutan
Tanggungjawab dan rela berkorban
Mempraktekan
Anggaran besar muhammadiyah yaitu muqoddimah yang merupakan ideologi muhammadiyah yang memberi gambaran tentang pandangan muhammadiyah mengenai kehidupan manusia di muka bumi serta menjiwai segala gerakdan usaha muhammadiyah dan pola komunikasi. Tujuannya adalah hidup manusia berdasar tauhid Allah beribadah dan taat kepada Allah. Ada pun beberapa pokok pikiran muhammadiyah yaitu :
1) Ajaran tauhid adalah esensi dan tumpuan ajaran islam yang tetap, tidak berubah dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW. Beberapa kepercayaan tauhid :
- Keyakinan Allah mencipta dan memelihara alam semesta
- Yakin Allah yang berhak dan wajib disembah
- Percaya hari akhir dan hidup untuk beramal sholeh
- Mengantarkan kehidupan manusia pada posisi dan kedudukan yang sebagaimana tujuan penciptaanya oleh Allah
- Mendorong manusia menjadikan hidupnya untuk beribadah dan mengantarkan manusia pada kedudukan yang mulia
2) Hidup manusia itu bermanfaat. Manusia hidup bersosialisasi dengan lingkungan serta keadaan dimana mereka tinggal serta saling tolong menolong untuk mencapai tujuan bersama yaitu surga Allah
3) Hanya hukum Allah yang dapat membentuk pribadi yang utama dan mngatur ketertiban hidup bersama menuju kehidupan bahagia sejahtera dunia dan akhirat. Hal ini mengandung makna :
- Tujuan islam mengandung ajaran yang sempurna , petunjuk kebahagiaan
- Agama islam tidak hanya terkait aspek ibadah dan akhlak tetapi seluruh kehidupan manusia
4) Menegakkan agama islam untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebesar-besarnya adalah wajib. Sebagai bagian ibadah dan perbuatan islam dan kepada masyarakat. Makna yang terkandung :
- Menyampaikan ajaran islam adalah ciri dari keimanan seseorang
- Amal usaha harus berorientasi pada perwujudan pelaksanaan ajaran islam
- Pelaksanaan ajaran islam adalah bagian dari pemenuhan amanat Allah
5) Perjuangan mencapai tujuan mengikuti perjuangan para rosul. Yaitu :
- Para rosul adalah contoh yang baik
- Setiap perjuangan perlu membaca pola
6) Perwujudan dan cita-cita dapat dilakukan dengan berorganisasi. Makna yang terkandung :
- Orang adalah alat perjuangan
- Musyawarah dalam organisasi sebagai dasar pengambilan keputusan
- Tugas pokok muhammadiyah adalah dakwah islam , amar ma’ruf dan nahi mungkar
7) Muhammadiyah adalah untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebesar-besarnya. Maknanya :
- Masyarakat islam sebenarnya tangga menuju keridlaan Allah SWT
- Halal dan baik
- Masyarakat islam itu aman , makmur, bahagia, bersaudara
Keunikan muhammadiyah tercantum dalam filsafah ajaran muhammadiyah, tujuan muhammadiyah , bagaimana muhammadiyah membentuk seorang muslim yang baik, serta cita-cita muhammadiyah dalam mewujudkan manusia islam yang bahagia, mulia dan sesuai dengan keyakinan Allah.
Sejarah Akuntansi Dalam Perspektif Islam
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Islam telah memberikan barat yang terbaik dari apa yang telah di pelajari dari kebudayaan klasik dan apa yang telah di tambahkan oleh kejeniusan kreatif yang di milikinya.
Sejarah adalah bagian dari kehidupan manusia masa kini sebagai cermin dari kejadian masa lampau. Sejarah memberikan pengalaman, kisah dan juga pelajaran bagi masyarakat sesudahnya. Ia tidak lepas dari sebauh kebudayaan sekaligis menjadi bagian di dalamnya.
Perisitiwa sejarah sesungguhnya bukan hanya kejadian fisik, melainkan juga persitiwa peristiwa yang bermakna yang terpantul sepanjang waktu sehingga terungkap dari segi pertumbuhan, kejayaan dan keruntuhan. Berdasarkan pengertian ini, sejarah sebetulnya identik dengan peradaban manusia sehingga, pemahaman sejarah berarti juga pemahaman suatu peradaban. Melalui sejarah dapat di temukan , Diungkapkan dan di pahami nilai nilai peradaban yang terkandung dalam peristiwa masa lampau(Abdurrahman,2002:4).
Periodisasi dalam sejarah peradaban hanyalah satu cara untuk memahami perbedaan aspek aspek fundamental dalam kebudayaan (Lucas,1993:39). Harahap(1990:90) mencoba membagi peiode sivilisasi kebudayaan dunia menjadi :
1. Pra Romawi (tidak ada data)
2. PascarRomawi Yunani (.... s/d 600M); termasuk di dalamnya kebudayaan Persia , India , Cina, dll.
3. Periode Silvisasi Arab (kembali ke ajaran tauhid 600-1300 M)
4. Periode Silivisasi (1200 sekarang)
Terlepas dari itu, sebagai contoh seorang manusia yang beragama dan manusia yang berilmu di reprentasikan oleh individu yang sama adalah Luca Pacioli. Ia di samping sebagai seorang pendeta juga di kenal sebagai ahli matematika dia menguasai banyak bidang, mulai dari religius sampai militer, dari matematika sampai obat obatan. Seorang Renaisance Man sebagai Bapak Akuntansi setelahia menerbitkan buku “ The summa de aritmatica, Geomatrica etPropotionalita” Evertyhing about arithmatic, Geomatric and Propotion. Pada tanggal November 1494 di Venice,Italy.
Tata buku berpasangan yang merupakan bangunan dasar akuntansi modern pada awalanya di kembangkan dari dasar akuntansi modern pada awalnya di kembangkan persamaan aljabar yang kemudian di kenal dalam dunia akuntansi sebagai persamaan akuntansi (Hatfield dalam Triyuwono,1997:9)
Di Itally sendiri teknik tata buku berpasangan ini sudah di praktekkan lebih dari 200 tahun di Venice, Sebelum Pacioli menerbitkan bukunya . Ia hanyalah orang pertama yang mengangkat dan memberikan penjelasan penjelasan tentang teknik berpasangan tersebut.
Jauh sebelumnya, Islam sendiri sendiri telah mendahului 745 tahun . Dengan munculnya buku catatan pertama yang di kenal dengan nama Jaridah pada masa Dulah Abbasiyah. Buku ini di gunakan untukmencatat untuk pemasukan dan pengeluaran secara terpisah yang sekarang di kenal dengan namabuku harian yang di gunakan untuk mencatat seluruh transaksi keunagan khusus bagi diwan dan transaksi orang lain. Buku inilah yang sekarang di kenal sebagai buku jurnal umum.
Menurut Zaid(2001), diantara karya tulis yang menegaskan penggunaaan akuntansi dan pengembanganya di negara Islam sebelum munculnya buku paciouli adalah manuskrip yang di tulis pada tahun 765 H/1363M.Manuskrip ini adalah karya seorang penulis muslimin yaitu abdullah bin Muhammad bin Kayah Al Mazindarani dan di beri judul Risalah Falakiyah Kitab As Siyaqaat
A. TUJUAN DAN MANFAAT
Kajian sederhana dan masih dalam tahapan yang masih awal , di harapkan mencapai tujuan dan sekaligus memberikan manfaat berikut:
1. Memberikan Gambaran bahwa Islam memiliki peran besar pada sejarah akuntansi dunia.
2. Membuktikan klaim barat bahwa luca pacioli sebagai bapak Akuntansi seperti yang di sebutkan dalam beberapa literatur literatur yang ada selama ini tidak dapat di pertanggung jawabkan sepenuhnya.
3. Memberi sumbangan pemikiran pengetahuan terutama sejarah Akuntansi yang Di harapakan lebih lurus dan jernih , sesuai dengan kebenaran dan fakta obyektif yang ada.
BAB II
AKUNTANSI DALAM SEJARAH
A. Akuntansi dalam sejarah
Akuntansi secara umum mempunyai fungsi sebagai alat untuk menyajikan informasi khususnya yang bersifat keuangan dalam kaitan kegiatan sosaial ekonomi suatu komunitas. Penyajian informasi keuangan tersebut berbentuk pencatatan penggolongan dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter transaksi dan kejadian yang umum beresifat keuangan.
Sejarah akuntasi diperlukan sebagai study tengtang efolusi pemikiran praktik dan institusi akuntansi tanggapan terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan sosial.
Menurut previt et. al, (1990 ; belkoui 2001) sejarah akuntansi dapat dinarasikan dengan menghubungkan episode sejarah akuntansi spesefik non analitik dengan teori pengetahuan sistem nilai yang terkait dengan sistem pekerjaan.
Harahap (2001;27) sejarah akuntansi digunakan untuk mengetahuiapa yang terjadi di masa lalu sehingga dapat digunakan untuk memprediksi apa yang terjadi dimasa depan .
Harahap mengatakan untuk mempelajari sejarah akuntansi harus dapat membedakan tiga hal :
1. sejarah akuntansi dalam kehidupan manusia
2. sistem pencatatan akuntansi sebagai pencatatan transaksi dengan sistem pembukuan (double entre accounting system)
3. sejarah perkembangan ilmu akuntansi merupakan satu bidang ilmu akuntansi umum kemudian menjadi sub bidang akuntansi manajemen, akuntansi internasional, akuntansi sumber daya manusia, akuntansi perpajakan, akuntansi auditing dan sebagainya.
Glautier (dalam harahap, 2001;42) membagi perkembangan akuntansi dalam lima tahap;
1. periode pra kapitalis
2. kapitalis nascent
3. kapitalis merkantilis
4. revolusi industri
5. perkembangan yang dimikian cepat dibidang akuntansi secara terus menerus.
Menurut Mathew and parera (1996;8) ada dua hal yang penting dalam mempelajari sistem akuntansi masa lalu ;
1. memungkinkan untuk mengindetifikasi berbagai persamaan dan perbedaan yang ada antara sistem pencatatan awal dan akuntansi modern
2. menunjukkan bahwa akuntansi terbaik dari suatu konsepsi sosial, yang memperlihatkan hubungan antara kebutuhan sosial dan bentuk akuntansi yang digunakan sebagai keterangan waktu.
BAB III
SEJARAH AKUNTANSI
A. Sejarah Akuntansi Awal
a. Akuntansi Zaman Mesopotamia
Lima ribu tahun sebelumnya dikembangkan double entry, bangsa Assyria, Chaldae-Babylonia dan Sumeria yang tinggal di sekitar lembah Mesopotamia, telah memiliki catatan primitif atas perdagangan yang mereka lakuan. Di lembah antara sungai Tigris dan Euohrat dekat perbatasan Irak, tanahnya dikenal sangat subur. Dengan majunya pertanian, Industri jasa berkembang di daerah ini. Kota Babylon dan Ninevah menjadi pusat perdagangan dengan Babylon sebagai bahasa pengantar.
Hingga tahun 500an sebelum Masehi Bangsa Sumeria yang menganut pemerintahan Theokrasi, mempersyaratkan dibuatnya pencatatan atas tanah dan ternak, serta pemeliharaan atas catatan tersebut.
Penerimaan, pengahasilan, produksi serta kewajiban dicatat dengan menggunakan bahan dari tanah liat, karena bahan dari papyrus terlalu mahal. Catatan penerimaan berisi jumlah uang atau barang yang diterima, nama yang memberikan barang tersebut, nama penerima serta tanggal.
b. Akuntansi Zaman Mesir
Apabila kita memperhatikan tempat lain di dunia, kita akan menemukan peradaban mesir yang termasuk paling baru dibandingkan dengan peradaban-peradaban yang dikenal dinegri antara dua sungai Jazirah. Sistem pencatatan yang ada di Mesir dimulai dengan adanya tempat penyimpanan harta negaraberupa emas, ternak, padi, tekstil, dan berbagai properti lainnya dalam bentuk gudang.
c. Akuntansi Zaman Cina
Di Cina, akuntansi digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi efesiensi program-programnya dan pegawai-pegawai pelaksana program tersebut pada masa Dinasti Chao (1122SM 1256SM) diketahui sebagai pencapaian akuntansi yang baik di Cina (Mathew dan Parera, 1996)
d. Akuntansi Zaman Yunani
Di Yunani, akuntan publik pada abad V SM memegang peran penting dalam kontrol masyarakat atas pemerintah. Kontribusi utama Yunani adalah pengguna mata koin pada sekitar 630 SM. Perbankan di masa ini nampak lebih maju, mereka mempunyai buku-buku rekening, memberi pinjaman bahkan menerima transfer antar bank.
e. Akuntansi Zaman Romawi Kuno
Di Romawi, pemerintah dan perbankan awalnya menggunakan catatan harian bernama adversaria, sebelum beralih ke sistem buku kas yang dikenal dengan codex accepti el expansi catatan ini digunakan sebagai dasar penghitungan pajak. Pembukuan pemerintah dilakukan oleh quaestor dan diperiksa staf audit untuk dilaporkan pada senat.
f. Akuntansi dikalangan Arab Sebelum Islam
Pada masa sebelum berdirinya negara Islam bangsa Arab terpecah-pecah, tidak disatukan oleh sistem politik kecuali tradisi kekabilahan yang dominan. Sekalipun demikian, mereka memiliki pasar-pasar dan tempat-tempat aktivitas perdagangan didalam negri maupun diluar negri.
Untuk mengerjakan pembukuan, ada yang dikerjakan oleh pedagang sendiri dan ada juga yang menyewa akuntansi khusus. Seorang akuntan disebut Katibul Anwal(pencatat keuangan) / penanggung jawab keuangan. Istilah ini diambil dari fungsi akuntansi itu sendiri yaitu untuk menjaga keuangan (syahatah, 2011 :19)
g. Akuntansi Zaman Medieval
Masa ini dipandang sebagai periode stagenansi akuntansi. Bahkan praktek-praktek akuntansi diluar Itali sering diabaikan dalam pembahasan. Namun dari masalah inilah dikembangkan dasar-dasar konservatisme dan masa renaisssance yang terjadi telah membagi banyak teknologi akuntansi.
Di masa kekaisaran Roma, akuntansi dikontrol secara terpusat, sedang pada masa ini desentralisasi ke masing masing institusi feodal. Akuntansi terutama digunakan untuk mengontrol institusi yang berada dibawah kendali institusi diatasnya , membentuk piramida kontrol dan kekuasaan.
BAB IV
PACIOLI
A. Biografi Pacioli
Bartolomes paciolo (pot-CHEE-oh-lee), lahir tahun 1445 dikota kecil borgo san sepulcro-tuscany, sikitar 60 km ke utara perugia, italy. berasal dari keluarga miskin dangan masa depan yang kurang menjanjikan pacioli kecil tinggal di keluarga bevolci dikota yang sama.
Pada dasawarsa pertama usianya ia sudah tertarik dengan matematika dan memutuskan magang sekaligus belajar kepada ahli matematika, penulis dan juga pelukis piero Della Fransesca dikota kelahirannya. Piero banyak menulis buku tentang prespektif, suatu teknik melukis tiga dimensi yang menggunakan hubungan ruang yang renggang kedalam permukaan dua dimensi.
Selain itu, piero juga mengenalkannya pada Leo Baptist Alberti seorang arsitek merangkap sektetaris bagian arsip umum dalam kepausan serta seorang sarjana matematika.
BABV.
SEJARAH AWAL AKUNTANSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
A. Akuntansi Zaman Nabi Muhammad SAW
Setelah munculnya Islam di semenanjung Arab dibawah pimpinan Rasullallah SAW serta terbentuknya daulah Islamiyah di Madinah, mulailah perhatian Rasullallah untuk membersihkan Muamalah Maaliyah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala bentuk-bentuk penipuan, pembodohan, perjudian, pemerasan, monopoli dan segala usaha untuk mengambil harta orang lain secara bathil. Bahkan, Rasullallah lebih menekankan pada pencatatan keuangan.
Di antara bukti seriusnya persoalan ini adalah dengan diturunkan ayat terpanjang dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah 282, ayat ini menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan dasar-dasar,dan manfaatnya seperti yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus dipedomani. Undang-undang akuntansi yang telah diterapkan waktu itu antara lainundang-undang akuntansi perseorangan, perserikatan atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak perlarangan penggunaan harta dan anggaran negara.
Pendapatan utama bagi negara dimasa Rasullallah dari zakat dan ushr (zakat atas hasil pertanian dan buah-buahan) keduanya berbeda dari pajak dan tidak diberlakukan seperti pajak.
B. Akuntansi Zaman Kulafaurrasyidin
a. Abu Bakar Siddiq ( 51SH-13 H/537M – 634 M )
Pada masa ini kegiatan baitul mal masih tetap seperti pada masa Rasullallah sebagai kalifah. Ia memiliki sebuah baitul mal dikampung al-sun yang ditinggal begitu saja tanpa penjagaan karena semua harta zakat selalu tersalurkan kepada orang yang berhak menerimanya tanpa sisa sedikitpun. Pada awal Abu Bakar menjadi kalifah , Ia memberikan 10 dirham kepada setiap orang lalu kemudian Ia kemudian menambahkan 10 lagi pada masa ke dua kepemimpinannya.
b. Umar bin Khatab ( 40 SH-23 H/584 M-644 M )
Dalam bidang ekonomi Umar bin Khatab menyadari pentingnya sektor pertanian untuk memajukan ekonomi negrinya dengan cara Ia memberikan hadiah kepada orang-orang yang bekerja dibidang itu. Kontribusi terbesar umar adalah membentuk perangkat administrasi yang baik untuk menjalankan roda pemerintahan yang besar. Ia mendirikan institusi administrasi yang hampir tidak mungkin dilakukan pada abad ke tujuh sesudah masehi. Perbendaharaan sederhana juga didirikan di Madinah dan seluruh pusat pemerintahan disemua wilayah.
c. Usman bin Affan (47S H-35 H/ 577 M-656 M)
Pada pemerintahan kafilah Usman mengalami masa kemakmuram dan berhasil dalam beberapa tahun masa pemerintahannya. Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Umar. Ia mengadakan penyempurnaan pembagian kekuasaan pemerintah, Usman menekankan sistem kekuasaan pusat dan menetapkan juru hitung dari keluarga sendiri ( Lapidus dalam Kalsum, 2002 :57)
d. Ali bin Abi Thalib (23 SH-40H/600 M-661 M)
Ali bin Abi Thalib dilahirkan pada tahun gajah ke 13. Ali keponakan Rasullallah SAW dari suku Bani Hasyim yang dipercaya menjaga tempat suci ka’bah. Ali menikah dengan putri Rasullallah Fatimah Azzahra dan dikaruniai dua orang putra yaitu Hasan dan Husein. Ali bin Abi Thalib ditakdirkan menjalankan kemudi pemerintahan melalui masa-masa paling kritis berupa pertentangan antar kelompok( Ahmad dalam Sudarsono, 2002, 125 )
C. Akuntansi Zaman Kekhalifahan
Pendapatan masa pemerintahan Khulafaur-rasyidin masih menggunakan sistem perpajakan yang dikenal oleh kaum muslim Al-Kharaj. Pajak ini dikenakan terhadap tanah pertanian kawasan baru milik Byzantium dan persia. Tanah dan barang-barang tersebut tetap menjadi milik hak pribadi namun sejak sebagian besar warga kawasan-kawasan baru tersebut beralih memeluk Islam .
D. Pelaksanaan Pembukuan, Perkembangan, Sistem Akutansi & Sistem Pengawasan Internal Zaman Khalifah
Bismillahhirohmannirohim
Laporan Keungan
Per 1 Muharram sampai 30 Dzul Hijjah tahun... H.
Sumber-sumber Keungan :
a) Pajak-pajak dari... tanggal... (xx)
b) Pemasukan dari... tanggal ... (xx)
Disamping itu adalah:
a) Pindahan dari tahun buku yang lalu (xx)
b) Penjualan-penjualan (xx)
c) Denda-denda (xx)
d) Wesel-wesel (xx)
Jumlah (xx)
Penggunaan dana
a) Wesel-wesel ke kantor lain (xx)
b) Pembelian-pembelian kantor (xx)
c) Pengeluaran-pengeluaran lain (xx)
Saldo (xx)
BAB VI
TOKOH-TOKOH YANG BERPERAN DALAM AKUNTANSI
A. Tokoh-tokoh yang berperan dalam islam
Tata buku berpasangan yangmerupakan bangunan dasar akuntansi mod penulisan ern pada awalnya di kembangkan dari persamaan aljabar yang kemudian di kenal dalam dunia akuntansi sebagai persamaan akuntansi (accounting equation)(Hatfield dalam Triyuwono, 1997:9). Hal ini di buktikan dengan tokoh-tokoh baik Luca Pauoli,Cotrugly,al-Khawarizmi dan yang lainya adalah ahli matematika.
a. Al Khawarizmi (194 H-266 H/780M-825M)
Al Khawarizmi selain menyusun buku aljabar, juga menulis buku tentang perhitungan biasa (Aritmatika) yang jadi pembuka jalan bagi penggunaaan cara desimal di Eropa (penggantian penulisan dengan angka romawi). Aritmatika adalah perhitungan dengan bilangan bilangan dengan berbagai operasinya : tambah, kurang, kali dan bagi karena bilanganya sudah pasti.
b. Al Mazindarani
Abdullah bin Muhammad bin kayah Al mazindarani, tidak banyak data yang di peroleh mengenai kehidupanya kecuali tentang manuskrip yang di tulis pada tahun 765 H atau 1363 M kurang lebih 131 tahun sebelum pacioli menulis dan menerbitkan bukunya.Manuskrip tersebut menjelaskan aplikasi aplikasi akuntansi yang populer pada saat itu, sistem akuntansi yang wajib di gunakan untuk mencatat transaki keuangan dan cara menanganani kekuranagan dan kelebihan melalui penyetaraan.
c. LeonardoFIbonancide Pisa
Fibonacci atau yang lebih di kenal dengan nama Leonardo da Pisa tetapi tumbuh dan besar di afrika utara.
d. Amatino Manuci
Amatino Manuci adalah seorang partner dalam perusahaan geovani farolfi and the company yang di mulai padaabad ke 14.Manuci bertugas menyiapkan kantor cabang acount dalam ruangan khusus.
e. Benetdetto Cotrugly Raguseo
Cotrugly di lahirkan di kota Ragusa Tua, sekarang Dubroknik Kroasia pada tahun 1416 dan meninggal pada usia 53 tahun di abruzoz pusat keagaam di Italy di tepi pantai Adriatic yang sebelumnya masuk dalam wilayah teritorial Vanise.
Pada tahun 1458 , berdasarkan pengetahuan yang di milikinya cotrugly memulai menulis manuskrip ke tiga tentang perdaganan yang berjudul Libro de L’Arte Mercatura. Bentukdan isi juranal tersebut bertipikal venince dan di setiap kelompok jurnal di beri penjelasan.
BAB VII
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Peranan Islam dalam sejarah Akuntansi dunia tidak bisa di abaikan begitu saja . Sebelum Pcioli lahir dan menerbitkan Bukunya Barat beserta peradabanya mengalami masa kegelapan. Mereka hanya unggul dalam bidang seperti militer perang politik, perdagangan tetapi dalam bidang ilmu pengetahuan praktis tak memberikan sumbangan. Jauh di timur sejak Rassullah hingga masa ke kalifahan setelah Khulafaur rasyidin, akuntansi berkembang dengan sempurna dan di sempurnakan. Al Baqarah ayat 282 menjadi konsep dalam Islam dengan penakanan pada aspek penanggung jawaban.
Perkembangan akuntansi juga mencangkup penyiapan laporan keuangan yang dibuat berdasarkan fakta buku buku akuntansi sebelumnya. Laporan keungan tersebut adalah laporan bulanan dan laporan untuk keuangan yang lebih tinggi derajatnya.
Perkembangan sistem akuntansi, pelaksanaan pembukuan, penentuan buku buku akuntansi, sistem dokumen, laporan keunaga, dan sistem pengawasan interen di dalam negara islam sudah seperti yang digunakan pada saat ini didunia.
Hubungan pacioli, bukunya dan dunia islam berawal dari perdagangan islam. Memalui perdagangan inilah kebudayaan dan tekhnologi muslim tersebar di eropa barat. Pengembangan tekhnik dagang yang tinggi dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya oleh kaum muslim membantu penyebaran akuntansi di italy venice menjadi salah satu pintu gerbang yang menghubungkan barat dan timur melalui pelabuhan utama dan terpenting dari pelabuhan orang orang islam di afrika utara dan laut tengah bagian timur. Sistem pencatatan sebagai alat bantu perdagangan inilah yang di kemukakan dalam bukunya yang telah digunakan dan ada di venice 200 tahun sebelumnya
Adapun tokoh-tokoh yang berperan dalam akuntansi hingga pacioli menerbitkan bukunya antara lain: Al Khawarizmi, Al Mazindarani, Leonardo Fibonacci da pisa, Amatino Manucci, Benedeto cotrugly.
Implikasi dari makalah ini bahwa klaim barat luca pacioli sebagai bapak akuntansi seperti yang disebutkan yang ada selama ini tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pacioli bukan lah orang yang pertama yang menulis buku tentang akuntansi tetapi dia hanyalah merupakan oramng yang pertama yg mempublikhasi buku tersebut. Faktor pendukungnya ditemukan mesin cetak mekanis oleh johan guttenberg. Luca pacioli juga mengakui dia bukanlah penemu doble entry bookkeeping.
Akuntansi dan tata nilai islam memiliki simbiosis yang saling mendukung. Islam tidak hanya bergerak dalam bidang agama, islam tidak bertentangan dengan lingkungan waktu, situasi dan kondusi. Hal inilah yang memberikan pemahaman baru tentang sistem akuntansi berdasarkan syariat islam.
DAFTAR PUSTAKA
• Al-Qur’an karim dan Terjemahan Artinya. (1999). Jogjakarta: UII Pres
• Adnan, Muhammad Akhyar (1996) An Investigation of accounting and practices in Islamic banks. The cases of Bank islam Malaysia Berhad and PT Bank Muamalat Indonesia, unpublished thesis, Universitas of Wollongong, Australia.
• Abdurrahman, Dudung. (2002). Pengantar sejarah dan perdaban islam. St. Maryam dkk (ed). Sejara peradaban islam, dari masa klasik hingga modern. Jogjakarta: LESFI Fak. Adab IAIN Sunan kali jaga
• Abdullah, T & surjomihardjo, A. (1985). Ilmu sejarah dan Historigrafi: arah dan prespektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
• PacioliHistory.Diperolehdari: http://suburbia.com.au/paciolihistory.html
• Baraba, osman.(2001). “ perkembangan akuntansi bank syariah”, kertas kerja disampaikan pada seminar nasional akuntansi syariah. Universitas Gadjah Mada, tanggal 12 Maret 2001, di Jogjakarta.
• Harahap, sofyan syafri. (1999). Akuntansi islam Jakarta: Bumi Aksara.
• Lucas, henry S. (1993). Sejarah peradaban barat abad pertengahan. Diterjemahkan ole sugihardjo sunobroto dan budiawan. Jogjakarta: tiara wacana.
• Zaid, Omar Abdullah. (2001). Te historical and Theoritical Framework of financial accounting of the muslim societies. Diperoleh dari: http://tazkiaonline.com.
• Thompson, Grahame. (1994). Early Double Entry Bookkepping and the rhetoric of accounting calculation, in A.G. Hoopwood & p. Miller (eds), Accounting as social and institusional practice p. 40-66. Cambirdge: cambirdge University Press.
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Islam telah memberikan barat yang terbaik dari apa yang telah di pelajari dari kebudayaan klasik dan apa yang telah di tambahkan oleh kejeniusan kreatif yang di milikinya.
Sejarah adalah bagian dari kehidupan manusia masa kini sebagai cermin dari kejadian masa lampau. Sejarah memberikan pengalaman, kisah dan juga pelajaran bagi masyarakat sesudahnya. Ia tidak lepas dari sebauh kebudayaan sekaligis menjadi bagian di dalamnya.
Perisitiwa sejarah sesungguhnya bukan hanya kejadian fisik, melainkan juga persitiwa peristiwa yang bermakna yang terpantul sepanjang waktu sehingga terungkap dari segi pertumbuhan, kejayaan dan keruntuhan. Berdasarkan pengertian ini, sejarah sebetulnya identik dengan peradaban manusia sehingga, pemahaman sejarah berarti juga pemahaman suatu peradaban. Melalui sejarah dapat di temukan , Diungkapkan dan di pahami nilai nilai peradaban yang terkandung dalam peristiwa masa lampau(Abdurrahman,2002:4).
Periodisasi dalam sejarah peradaban hanyalah satu cara untuk memahami perbedaan aspek aspek fundamental dalam kebudayaan (Lucas,1993:39). Harahap(1990:90) mencoba membagi peiode sivilisasi kebudayaan dunia menjadi :
1. Pra Romawi (tidak ada data)
2. PascarRomawi Yunani (.... s/d 600M); termasuk di dalamnya kebudayaan Persia , India , Cina, dll.
3. Periode Silvisasi Arab (kembali ke ajaran tauhid 600-1300 M)
4. Periode Silivisasi (1200 sekarang)
Terlepas dari itu, sebagai contoh seorang manusia yang beragama dan manusia yang berilmu di reprentasikan oleh individu yang sama adalah Luca Pacioli. Ia di samping sebagai seorang pendeta juga di kenal sebagai ahli matematika dia menguasai banyak bidang, mulai dari religius sampai militer, dari matematika sampai obat obatan. Seorang Renaisance Man sebagai Bapak Akuntansi setelahia menerbitkan buku “ The summa de aritmatica, Geomatrica etPropotionalita” Evertyhing about arithmatic, Geomatric and Propotion. Pada tanggal November 1494 di Venice,Italy.
Tata buku berpasangan yang merupakan bangunan dasar akuntansi modern pada awalanya di kembangkan dari dasar akuntansi modern pada awalnya di kembangkan persamaan aljabar yang kemudian di kenal dalam dunia akuntansi sebagai persamaan akuntansi (Hatfield dalam Triyuwono,1997:9)
Di Itally sendiri teknik tata buku berpasangan ini sudah di praktekkan lebih dari 200 tahun di Venice, Sebelum Pacioli menerbitkan bukunya . Ia hanyalah orang pertama yang mengangkat dan memberikan penjelasan penjelasan tentang teknik berpasangan tersebut.
Jauh sebelumnya, Islam sendiri sendiri telah mendahului 745 tahun . Dengan munculnya buku catatan pertama yang di kenal dengan nama Jaridah pada masa Dulah Abbasiyah. Buku ini di gunakan untukmencatat untuk pemasukan dan pengeluaran secara terpisah yang sekarang di kenal dengan namabuku harian yang di gunakan untuk mencatat seluruh transaksi keunagan khusus bagi diwan dan transaksi orang lain. Buku inilah yang sekarang di kenal sebagai buku jurnal umum.
Menurut Zaid(2001), diantara karya tulis yang menegaskan penggunaaan akuntansi dan pengembanganya di negara Islam sebelum munculnya buku paciouli adalah manuskrip yang di tulis pada tahun 765 H/1363M.Manuskrip ini adalah karya seorang penulis muslimin yaitu abdullah bin Muhammad bin Kayah Al Mazindarani dan di beri judul Risalah Falakiyah Kitab As Siyaqaat
A. TUJUAN DAN MANFAAT
Kajian sederhana dan masih dalam tahapan yang masih awal , di harapkan mencapai tujuan dan sekaligus memberikan manfaat berikut:
1. Memberikan Gambaran bahwa Islam memiliki peran besar pada sejarah akuntansi dunia.
2. Membuktikan klaim barat bahwa luca pacioli sebagai bapak Akuntansi seperti yang di sebutkan dalam beberapa literatur literatur yang ada selama ini tidak dapat di pertanggung jawabkan sepenuhnya.
3. Memberi sumbangan pemikiran pengetahuan terutama sejarah Akuntansi yang Di harapakan lebih lurus dan jernih , sesuai dengan kebenaran dan fakta obyektif yang ada.
BAB II
AKUNTANSI DALAM SEJARAH
A. Akuntansi dalam sejarah
Akuntansi secara umum mempunyai fungsi sebagai alat untuk menyajikan informasi khususnya yang bersifat keuangan dalam kaitan kegiatan sosaial ekonomi suatu komunitas. Penyajian informasi keuangan tersebut berbentuk pencatatan penggolongan dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter transaksi dan kejadian yang umum beresifat keuangan.
Sejarah akuntasi diperlukan sebagai study tengtang efolusi pemikiran praktik dan institusi akuntansi tanggapan terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan sosial.
Menurut previt et. al, (1990 ; belkoui 2001) sejarah akuntansi dapat dinarasikan dengan menghubungkan episode sejarah akuntansi spesefik non analitik dengan teori pengetahuan sistem nilai yang terkait dengan sistem pekerjaan.
Harahap (2001;27) sejarah akuntansi digunakan untuk mengetahuiapa yang terjadi di masa lalu sehingga dapat digunakan untuk memprediksi apa yang terjadi dimasa depan .
Harahap mengatakan untuk mempelajari sejarah akuntansi harus dapat membedakan tiga hal :
1. sejarah akuntansi dalam kehidupan manusia
2. sistem pencatatan akuntansi sebagai pencatatan transaksi dengan sistem pembukuan (double entre accounting system)
3. sejarah perkembangan ilmu akuntansi merupakan satu bidang ilmu akuntansi umum kemudian menjadi sub bidang akuntansi manajemen, akuntansi internasional, akuntansi sumber daya manusia, akuntansi perpajakan, akuntansi auditing dan sebagainya.
Glautier (dalam harahap, 2001;42) membagi perkembangan akuntansi dalam lima tahap;
1. periode pra kapitalis
2. kapitalis nascent
3. kapitalis merkantilis
4. revolusi industri
5. perkembangan yang dimikian cepat dibidang akuntansi secara terus menerus.
Menurut Mathew and parera (1996;8) ada dua hal yang penting dalam mempelajari sistem akuntansi masa lalu ;
1. memungkinkan untuk mengindetifikasi berbagai persamaan dan perbedaan yang ada antara sistem pencatatan awal dan akuntansi modern
2. menunjukkan bahwa akuntansi terbaik dari suatu konsepsi sosial, yang memperlihatkan hubungan antara kebutuhan sosial dan bentuk akuntansi yang digunakan sebagai keterangan waktu.
BAB III
SEJARAH AKUNTANSI
A. Sejarah Akuntansi Awal
a. Akuntansi Zaman Mesopotamia
Lima ribu tahun sebelumnya dikembangkan double entry, bangsa Assyria, Chaldae-Babylonia dan Sumeria yang tinggal di sekitar lembah Mesopotamia, telah memiliki catatan primitif atas perdagangan yang mereka lakuan. Di lembah antara sungai Tigris dan Euohrat dekat perbatasan Irak, tanahnya dikenal sangat subur. Dengan majunya pertanian, Industri jasa berkembang di daerah ini. Kota Babylon dan Ninevah menjadi pusat perdagangan dengan Babylon sebagai bahasa pengantar.
Hingga tahun 500an sebelum Masehi Bangsa Sumeria yang menganut pemerintahan Theokrasi, mempersyaratkan dibuatnya pencatatan atas tanah dan ternak, serta pemeliharaan atas catatan tersebut.
Penerimaan, pengahasilan, produksi serta kewajiban dicatat dengan menggunakan bahan dari tanah liat, karena bahan dari papyrus terlalu mahal. Catatan penerimaan berisi jumlah uang atau barang yang diterima, nama yang memberikan barang tersebut, nama penerima serta tanggal.
b. Akuntansi Zaman Mesir
Apabila kita memperhatikan tempat lain di dunia, kita akan menemukan peradaban mesir yang termasuk paling baru dibandingkan dengan peradaban-peradaban yang dikenal dinegri antara dua sungai Jazirah. Sistem pencatatan yang ada di Mesir dimulai dengan adanya tempat penyimpanan harta negaraberupa emas, ternak, padi, tekstil, dan berbagai properti lainnya dalam bentuk gudang.
c. Akuntansi Zaman Cina
Di Cina, akuntansi digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi efesiensi program-programnya dan pegawai-pegawai pelaksana program tersebut pada masa Dinasti Chao (1122SM 1256SM) diketahui sebagai pencapaian akuntansi yang baik di Cina (Mathew dan Parera, 1996)
d. Akuntansi Zaman Yunani
Di Yunani, akuntan publik pada abad V SM memegang peran penting dalam kontrol masyarakat atas pemerintah. Kontribusi utama Yunani adalah pengguna mata koin pada sekitar 630 SM. Perbankan di masa ini nampak lebih maju, mereka mempunyai buku-buku rekening, memberi pinjaman bahkan menerima transfer antar bank.
e. Akuntansi Zaman Romawi Kuno
Di Romawi, pemerintah dan perbankan awalnya menggunakan catatan harian bernama adversaria, sebelum beralih ke sistem buku kas yang dikenal dengan codex accepti el expansi catatan ini digunakan sebagai dasar penghitungan pajak. Pembukuan pemerintah dilakukan oleh quaestor dan diperiksa staf audit untuk dilaporkan pada senat.
f. Akuntansi dikalangan Arab Sebelum Islam
Pada masa sebelum berdirinya negara Islam bangsa Arab terpecah-pecah, tidak disatukan oleh sistem politik kecuali tradisi kekabilahan yang dominan. Sekalipun demikian, mereka memiliki pasar-pasar dan tempat-tempat aktivitas perdagangan didalam negri maupun diluar negri.
Untuk mengerjakan pembukuan, ada yang dikerjakan oleh pedagang sendiri dan ada juga yang menyewa akuntansi khusus. Seorang akuntan disebut Katibul Anwal(pencatat keuangan) / penanggung jawab keuangan. Istilah ini diambil dari fungsi akuntansi itu sendiri yaitu untuk menjaga keuangan (syahatah, 2011 :19)
g. Akuntansi Zaman Medieval
Masa ini dipandang sebagai periode stagenansi akuntansi. Bahkan praktek-praktek akuntansi diluar Itali sering diabaikan dalam pembahasan. Namun dari masalah inilah dikembangkan dasar-dasar konservatisme dan masa renaisssance yang terjadi telah membagi banyak teknologi akuntansi.
Di masa kekaisaran Roma, akuntansi dikontrol secara terpusat, sedang pada masa ini desentralisasi ke masing masing institusi feodal. Akuntansi terutama digunakan untuk mengontrol institusi yang berada dibawah kendali institusi diatasnya , membentuk piramida kontrol dan kekuasaan.
BAB IV
PACIOLI
A. Biografi Pacioli
Bartolomes paciolo (pot-CHEE-oh-lee), lahir tahun 1445 dikota kecil borgo san sepulcro-tuscany, sikitar 60 km ke utara perugia, italy. berasal dari keluarga miskin dangan masa depan yang kurang menjanjikan pacioli kecil tinggal di keluarga bevolci dikota yang sama.
Pada dasawarsa pertama usianya ia sudah tertarik dengan matematika dan memutuskan magang sekaligus belajar kepada ahli matematika, penulis dan juga pelukis piero Della Fransesca dikota kelahirannya. Piero banyak menulis buku tentang prespektif, suatu teknik melukis tiga dimensi yang menggunakan hubungan ruang yang renggang kedalam permukaan dua dimensi.
Selain itu, piero juga mengenalkannya pada Leo Baptist Alberti seorang arsitek merangkap sektetaris bagian arsip umum dalam kepausan serta seorang sarjana matematika.
BABV.
SEJARAH AWAL AKUNTANSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
A. Akuntansi Zaman Nabi Muhammad SAW
Setelah munculnya Islam di semenanjung Arab dibawah pimpinan Rasullallah SAW serta terbentuknya daulah Islamiyah di Madinah, mulailah perhatian Rasullallah untuk membersihkan Muamalah Maaliyah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala bentuk-bentuk penipuan, pembodohan, perjudian, pemerasan, monopoli dan segala usaha untuk mengambil harta orang lain secara bathil. Bahkan, Rasullallah lebih menekankan pada pencatatan keuangan.
Di antara bukti seriusnya persoalan ini adalah dengan diturunkan ayat terpanjang dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah 282, ayat ini menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan dasar-dasar,dan manfaatnya seperti yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus dipedomani. Undang-undang akuntansi yang telah diterapkan waktu itu antara lainundang-undang akuntansi perseorangan, perserikatan atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak perlarangan penggunaan harta dan anggaran negara.
Pendapatan utama bagi negara dimasa Rasullallah dari zakat dan ushr (zakat atas hasil pertanian dan buah-buahan) keduanya berbeda dari pajak dan tidak diberlakukan seperti pajak.
B. Akuntansi Zaman Kulafaurrasyidin
a. Abu Bakar Siddiq ( 51SH-13 H/537M – 634 M )
Pada masa ini kegiatan baitul mal masih tetap seperti pada masa Rasullallah sebagai kalifah. Ia memiliki sebuah baitul mal dikampung al-sun yang ditinggal begitu saja tanpa penjagaan karena semua harta zakat selalu tersalurkan kepada orang yang berhak menerimanya tanpa sisa sedikitpun. Pada awal Abu Bakar menjadi kalifah , Ia memberikan 10 dirham kepada setiap orang lalu kemudian Ia kemudian menambahkan 10 lagi pada masa ke dua kepemimpinannya.
b. Umar bin Khatab ( 40 SH-23 H/584 M-644 M )
Dalam bidang ekonomi Umar bin Khatab menyadari pentingnya sektor pertanian untuk memajukan ekonomi negrinya dengan cara Ia memberikan hadiah kepada orang-orang yang bekerja dibidang itu. Kontribusi terbesar umar adalah membentuk perangkat administrasi yang baik untuk menjalankan roda pemerintahan yang besar. Ia mendirikan institusi administrasi yang hampir tidak mungkin dilakukan pada abad ke tujuh sesudah masehi. Perbendaharaan sederhana juga didirikan di Madinah dan seluruh pusat pemerintahan disemua wilayah.
c. Usman bin Affan (47S H-35 H/ 577 M-656 M)
Pada pemerintahan kafilah Usman mengalami masa kemakmuram dan berhasil dalam beberapa tahun masa pemerintahannya. Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Umar. Ia mengadakan penyempurnaan pembagian kekuasaan pemerintah, Usman menekankan sistem kekuasaan pusat dan menetapkan juru hitung dari keluarga sendiri ( Lapidus dalam Kalsum, 2002 :57)
d. Ali bin Abi Thalib (23 SH-40H/600 M-661 M)
Ali bin Abi Thalib dilahirkan pada tahun gajah ke 13. Ali keponakan Rasullallah SAW dari suku Bani Hasyim yang dipercaya menjaga tempat suci ka’bah. Ali menikah dengan putri Rasullallah Fatimah Azzahra dan dikaruniai dua orang putra yaitu Hasan dan Husein. Ali bin Abi Thalib ditakdirkan menjalankan kemudi pemerintahan melalui masa-masa paling kritis berupa pertentangan antar kelompok( Ahmad dalam Sudarsono, 2002, 125 )
C. Akuntansi Zaman Kekhalifahan
Pendapatan masa pemerintahan Khulafaur-rasyidin masih menggunakan sistem perpajakan yang dikenal oleh kaum muslim Al-Kharaj. Pajak ini dikenakan terhadap tanah pertanian kawasan baru milik Byzantium dan persia. Tanah dan barang-barang tersebut tetap menjadi milik hak pribadi namun sejak sebagian besar warga kawasan-kawasan baru tersebut beralih memeluk Islam .
D. Pelaksanaan Pembukuan, Perkembangan, Sistem Akutansi & Sistem Pengawasan Internal Zaman Khalifah
Bismillahhirohmannirohim
Laporan Keungan
Per 1 Muharram sampai 30 Dzul Hijjah tahun... H.
Sumber-sumber Keungan :
a) Pajak-pajak dari... tanggal... (xx)
b) Pemasukan dari... tanggal ... (xx)
Disamping itu adalah:
a) Pindahan dari tahun buku yang lalu (xx)
b) Penjualan-penjualan (xx)
c) Denda-denda (xx)
d) Wesel-wesel (xx)
Jumlah (xx)
Penggunaan dana
a) Wesel-wesel ke kantor lain (xx)
b) Pembelian-pembelian kantor (xx)
c) Pengeluaran-pengeluaran lain (xx)
Saldo (xx)
BAB VI
TOKOH-TOKOH YANG BERPERAN DALAM AKUNTANSI
A. Tokoh-tokoh yang berperan dalam islam
Tata buku berpasangan yangmerupakan bangunan dasar akuntansi mod penulisan ern pada awalnya di kembangkan dari persamaan aljabar yang kemudian di kenal dalam dunia akuntansi sebagai persamaan akuntansi (accounting equation)(Hatfield dalam Triyuwono, 1997:9). Hal ini di buktikan dengan tokoh-tokoh baik Luca Pauoli,Cotrugly,al-Khawarizmi dan yang lainya adalah ahli matematika.
a. Al Khawarizmi (194 H-266 H/780M-825M)
Al Khawarizmi selain menyusun buku aljabar, juga menulis buku tentang perhitungan biasa (Aritmatika) yang jadi pembuka jalan bagi penggunaaan cara desimal di Eropa (penggantian penulisan dengan angka romawi). Aritmatika adalah perhitungan dengan bilangan bilangan dengan berbagai operasinya : tambah, kurang, kali dan bagi karena bilanganya sudah pasti.
b. Al Mazindarani
Abdullah bin Muhammad bin kayah Al mazindarani, tidak banyak data yang di peroleh mengenai kehidupanya kecuali tentang manuskrip yang di tulis pada tahun 765 H atau 1363 M kurang lebih 131 tahun sebelum pacioli menulis dan menerbitkan bukunya.Manuskrip tersebut menjelaskan aplikasi aplikasi akuntansi yang populer pada saat itu, sistem akuntansi yang wajib di gunakan untuk mencatat transaki keuangan dan cara menanganani kekuranagan dan kelebihan melalui penyetaraan.
c. LeonardoFIbonancide Pisa
Fibonacci atau yang lebih di kenal dengan nama Leonardo da Pisa tetapi tumbuh dan besar di afrika utara.
d. Amatino Manuci
Amatino Manuci adalah seorang partner dalam perusahaan geovani farolfi and the company yang di mulai padaabad ke 14.Manuci bertugas menyiapkan kantor cabang acount dalam ruangan khusus.
e. Benetdetto Cotrugly Raguseo
Cotrugly di lahirkan di kota Ragusa Tua, sekarang Dubroknik Kroasia pada tahun 1416 dan meninggal pada usia 53 tahun di abruzoz pusat keagaam di Italy di tepi pantai Adriatic yang sebelumnya masuk dalam wilayah teritorial Vanise.
Pada tahun 1458 , berdasarkan pengetahuan yang di milikinya cotrugly memulai menulis manuskrip ke tiga tentang perdaganan yang berjudul Libro de L’Arte Mercatura. Bentukdan isi juranal tersebut bertipikal venince dan di setiap kelompok jurnal di beri penjelasan.
BAB VII
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Peranan Islam dalam sejarah Akuntansi dunia tidak bisa di abaikan begitu saja . Sebelum Pcioli lahir dan menerbitkan Bukunya Barat beserta peradabanya mengalami masa kegelapan. Mereka hanya unggul dalam bidang seperti militer perang politik, perdagangan tetapi dalam bidang ilmu pengetahuan praktis tak memberikan sumbangan. Jauh di timur sejak Rassullah hingga masa ke kalifahan setelah Khulafaur rasyidin, akuntansi berkembang dengan sempurna dan di sempurnakan. Al Baqarah ayat 282 menjadi konsep dalam Islam dengan penakanan pada aspek penanggung jawaban.
Perkembangan akuntansi juga mencangkup penyiapan laporan keuangan yang dibuat berdasarkan fakta buku buku akuntansi sebelumnya. Laporan keungan tersebut adalah laporan bulanan dan laporan untuk keuangan yang lebih tinggi derajatnya.
Perkembangan sistem akuntansi, pelaksanaan pembukuan, penentuan buku buku akuntansi, sistem dokumen, laporan keunaga, dan sistem pengawasan interen di dalam negara islam sudah seperti yang digunakan pada saat ini didunia.
Hubungan pacioli, bukunya dan dunia islam berawal dari perdagangan islam. Memalui perdagangan inilah kebudayaan dan tekhnologi muslim tersebar di eropa barat. Pengembangan tekhnik dagang yang tinggi dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya oleh kaum muslim membantu penyebaran akuntansi di italy venice menjadi salah satu pintu gerbang yang menghubungkan barat dan timur melalui pelabuhan utama dan terpenting dari pelabuhan orang orang islam di afrika utara dan laut tengah bagian timur. Sistem pencatatan sebagai alat bantu perdagangan inilah yang di kemukakan dalam bukunya yang telah digunakan dan ada di venice 200 tahun sebelumnya
Adapun tokoh-tokoh yang berperan dalam akuntansi hingga pacioli menerbitkan bukunya antara lain: Al Khawarizmi, Al Mazindarani, Leonardo Fibonacci da pisa, Amatino Manucci, Benedeto cotrugly.
Implikasi dari makalah ini bahwa klaim barat luca pacioli sebagai bapak akuntansi seperti yang disebutkan yang ada selama ini tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pacioli bukan lah orang yang pertama yang menulis buku tentang akuntansi tetapi dia hanyalah merupakan oramng yang pertama yg mempublikhasi buku tersebut. Faktor pendukungnya ditemukan mesin cetak mekanis oleh johan guttenberg. Luca pacioli juga mengakui dia bukanlah penemu doble entry bookkeeping.
Akuntansi dan tata nilai islam memiliki simbiosis yang saling mendukung. Islam tidak hanya bergerak dalam bidang agama, islam tidak bertentangan dengan lingkungan waktu, situasi dan kondusi. Hal inilah yang memberikan pemahaman baru tentang sistem akuntansi berdasarkan syariat islam.
DAFTAR PUSTAKA
• Al-Qur’an karim dan Terjemahan Artinya. (1999). Jogjakarta: UII Pres
• Adnan, Muhammad Akhyar (1996) An Investigation of accounting and practices in Islamic banks. The cases of Bank islam Malaysia Berhad and PT Bank Muamalat Indonesia, unpublished thesis, Universitas of Wollongong, Australia.
• Abdurrahman, Dudung. (2002). Pengantar sejarah dan perdaban islam. St. Maryam dkk (ed). Sejara peradaban islam, dari masa klasik hingga modern. Jogjakarta: LESFI Fak. Adab IAIN Sunan kali jaga
• Abdullah, T & surjomihardjo, A. (1985). Ilmu sejarah dan Historigrafi: arah dan prespektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
• PacioliHistory.Diperolehdari: http://suburbia.com.au/paciolihistory.html
• Baraba, osman.(2001). “ perkembangan akuntansi bank syariah”, kertas kerja disampaikan pada seminar nasional akuntansi syariah. Universitas Gadjah Mada, tanggal 12 Maret 2001, di Jogjakarta.
• Harahap, sofyan syafri. (1999). Akuntansi islam Jakarta: Bumi Aksara.
• Lucas, henry S. (1993). Sejarah peradaban barat abad pertengahan. Diterjemahkan ole sugihardjo sunobroto dan budiawan. Jogjakarta: tiara wacana.
• Zaid, Omar Abdullah. (2001). Te historical and Theoritical Framework of financial accounting of the muslim societies. Diperoleh dari: http://tazkiaonline.com.
• Thompson, Grahame. (1994). Early Double Entry Bookkepping and the rhetoric of accounting calculation, in A.G. Hoopwood & p. Miller (eds), Accounting as social and institusional practice p. 40-66. Cambirdge: cambirdge University Press.
Selasa, 08 Oktober 2013
Sistem Informasi Manajemen
1. Apa itu sistem informasi?
Jawab: Sistem Informasi adalah suatu kumpulan komponen-komponen yang dikumpulkan atau diproses untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan.
2. Apa pengertian organisasi?
Jawab: organisasi adalah kumpulan atau kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama dan memiliki struktur dan pembagian tugas.
3. Apa hubungan antara organisasi dengan sistem informasi?
Jawab: sistem informasi dibutuhkan dalam proses organisasi, dimana sistem informasi berfungsi untuk menjalankan organisasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sistem informasi yang baik diperlukan untuk menjalankan organisasi yang baik.
4. Apa itu strategi?
Jawab: strategi adalah suatu cara untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka panjang, menengah maupun jangka pendek
5. Apa hubungan sistem informasi dengan strategi?
Jawab: sistem informasi digunakan untuk proses perencanaan strategi. Strategi yang dicapai dengan sistem informasi yang baik akan memudahkan tercapainya tujuan bersama.
6. Apa fungsi manajemen?
Jawab: merencanakan apa yang akan dilakukan, berorganisasi untuk menjalankan rencana, mengisi organisasi dengan sumber daya yang dibutuhkan, memberikan arahan kepada setiap sumber daya yang akan bekerja, mengendalikan organisasi dan mengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien
7. Bagaimana manajemen memanfaatkan sistem informasi untuk membantu tugasnya?
Jawab: Sistem informasi yang baik digunakan manajemen untuk pengambilan keputusan yang berkualitas. Keputusan yang berkualitas diambil dari data-data dan mempertimbangkan alternatif yang ada.
8. Bagaimana sistem informasi mampu meningkatkan daya saing?
Jawab:dengan adanya sistem informasi kita dengan mudah mengetahui trend pasar yang terbaru, memudahkan kita untuk mempublikasikan produk kita tanpa mengenal batas wilayah, tidak butuh dana yang banyak dan tidak butuh banayak waktu yang kesemuannya itu bertujuan meningkatkan daya saing.
9. Apa itu budaya organisasi?
Jawab:budaya organisasi adalah kekuatan pengikat yang kuat yang menghambat konflik politik dan mendorong pemahaman yang sama, perjanjian pada prosedur ,dan praktik umum. Budaya organisasi meliputi seperangkat asumsi mengenai produk apa yang harus diproduksi organisasi,bagaimana organisasi memproduksi, dimana tempat produksi dan siapa target yang akan dicapai.
10. Apa hubungan sistem informasi dengan budaya organisasi?
Jawab: hubungan sistem informasi dengan budaya organisasi biasanya terletak pada kontranya, yaitu budaya organisasi menjadi penghabat tumbuhnya sistem informasi. Hal ini bisa dirubah apabila budaya organisasi dirubah dan disesuaikan dengan sitem informasi.
11. Apa yang disebut dengan rantai nilai?
Jawab:rantai nilai adalah sekumpulan aktivitas bisnis dimana di setiap tahapan/langkah dalam aktivitas bisnis tersebut menambahkan nilai/value atau kemanfaatan terhadap barang dan jasa organisasi yang bersangkutan. Rantai nilai terdiri atas aktivitas-aktivitas utama dan pendukung yang mempengaruhi sistem informasi secara strategis dan strategi kompetitif dapat diterapkan dengan baik.
12. Apa itu porter five forces?
Jawab: porter five forces adalah Suatu alat untuk menlihat tingkat persaingan dengan 4 kekuatan yaitu: ancaman dari pemain baru, kekuatan dari pemasok, produk pengganti, dan pelanggan.
13. Bagaimana sistem informasi mampu mengubah peta persaingan dengan rantai nilai?
Jawab:sistem informasi mengubah rantai persaingan dengan cara menggunakan 2 sistem, yaitu sistem SCM dan CRM, keduanya adalah aplikasi sistem yang paling umum yang menghasilkan analisis rantai nilai.
14. Apa dampak ekonomis dari strategi sistem informasi?
Jawab:dampak ekonomi dengan strategi sistem informasi adalah sistem informasi memberikan dampak penurunan biaya yang terjadi pada proses bisnis, biasanya pada proses pemasaran yang tidak butuh banyak dana dan pengelolaan sistem bisnis yang lebih simpel untuk menurunkan biaya.
15. Apa itu enterpise rescouree planning?
Jawab: enterpise rescouree planning adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
Jawab: Sistem Informasi adalah suatu kumpulan komponen-komponen yang dikumpulkan atau diproses untuk mendapatkan informasi yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan.
2. Apa pengertian organisasi?
Jawab: organisasi adalah kumpulan atau kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama dan memiliki struktur dan pembagian tugas.
3. Apa hubungan antara organisasi dengan sistem informasi?
Jawab: sistem informasi dibutuhkan dalam proses organisasi, dimana sistem informasi berfungsi untuk menjalankan organisasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sistem informasi yang baik diperlukan untuk menjalankan organisasi yang baik.
4. Apa itu strategi?
Jawab: strategi adalah suatu cara untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka panjang, menengah maupun jangka pendek
5. Apa hubungan sistem informasi dengan strategi?
Jawab: sistem informasi digunakan untuk proses perencanaan strategi. Strategi yang dicapai dengan sistem informasi yang baik akan memudahkan tercapainya tujuan bersama.
6. Apa fungsi manajemen?
Jawab: merencanakan apa yang akan dilakukan, berorganisasi untuk menjalankan rencana, mengisi organisasi dengan sumber daya yang dibutuhkan, memberikan arahan kepada setiap sumber daya yang akan bekerja, mengendalikan organisasi dan mengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien
7. Bagaimana manajemen memanfaatkan sistem informasi untuk membantu tugasnya?
Jawab: Sistem informasi yang baik digunakan manajemen untuk pengambilan keputusan yang berkualitas. Keputusan yang berkualitas diambil dari data-data dan mempertimbangkan alternatif yang ada.
8. Bagaimana sistem informasi mampu meningkatkan daya saing?
Jawab:dengan adanya sistem informasi kita dengan mudah mengetahui trend pasar yang terbaru, memudahkan kita untuk mempublikasikan produk kita tanpa mengenal batas wilayah, tidak butuh dana yang banyak dan tidak butuh banayak waktu yang kesemuannya itu bertujuan meningkatkan daya saing.
9. Apa itu budaya organisasi?
Jawab:budaya organisasi adalah kekuatan pengikat yang kuat yang menghambat konflik politik dan mendorong pemahaman yang sama, perjanjian pada prosedur ,dan praktik umum. Budaya organisasi meliputi seperangkat asumsi mengenai produk apa yang harus diproduksi organisasi,bagaimana organisasi memproduksi, dimana tempat produksi dan siapa target yang akan dicapai.
10. Apa hubungan sistem informasi dengan budaya organisasi?
Jawab: hubungan sistem informasi dengan budaya organisasi biasanya terletak pada kontranya, yaitu budaya organisasi menjadi penghabat tumbuhnya sistem informasi. Hal ini bisa dirubah apabila budaya organisasi dirubah dan disesuaikan dengan sitem informasi.
11. Apa yang disebut dengan rantai nilai?
Jawab:rantai nilai adalah sekumpulan aktivitas bisnis dimana di setiap tahapan/langkah dalam aktivitas bisnis tersebut menambahkan nilai/value atau kemanfaatan terhadap barang dan jasa organisasi yang bersangkutan. Rantai nilai terdiri atas aktivitas-aktivitas utama dan pendukung yang mempengaruhi sistem informasi secara strategis dan strategi kompetitif dapat diterapkan dengan baik.
12. Apa itu porter five forces?
Jawab: porter five forces adalah Suatu alat untuk menlihat tingkat persaingan dengan 4 kekuatan yaitu: ancaman dari pemain baru, kekuatan dari pemasok, produk pengganti, dan pelanggan.
13. Bagaimana sistem informasi mampu mengubah peta persaingan dengan rantai nilai?
Jawab:sistem informasi mengubah rantai persaingan dengan cara menggunakan 2 sistem, yaitu sistem SCM dan CRM, keduanya adalah aplikasi sistem yang paling umum yang menghasilkan analisis rantai nilai.
14. Apa dampak ekonomis dari strategi sistem informasi?
Jawab:dampak ekonomi dengan strategi sistem informasi adalah sistem informasi memberikan dampak penurunan biaya yang terjadi pada proses bisnis, biasanya pada proses pemasaran yang tidak butuh banyak dana dan pengelolaan sistem bisnis yang lebih simpel untuk menurunkan biaya.
15. Apa itu enterpise rescouree planning?
Jawab: enterpise rescouree planning adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
Psikologi Organisasi
PERILAKU ANEH DALAM LINGKUNGAN KERJA
Perilaku adalah cerminan sikap yang timbul dari dalam diri seseorang yang menggambarkan sifat dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku juga merupakan respon dari sikap yang dapat berupa gerakan maupun perkataan. Dalam hal ini akan dibahas perilaku aneh yang terjadi dalam lingkungan kerja. Perilaku aneh yang terjadi dalam lingkungan kerja seperti : diskriminasi karyawan, bersikap menguasai, angkuh , tidak mau tahu ,terjadi persaingan ,tidak adil, dll. Beberapa contoh diatas akan dijelaskan satu persatu.
1. Diskriminasi karyawan
Diskriminasi karyawan adalah terjadi perbedaan hak antara karyawan senior dan karyawan junior, seolah-olah karyawan senior lebih berkuasa dan menyerahkan tugas kepada karyawan junior yang seharusnya dilakukan oleh karyawan senior. Diskriminasi karyawan ini merupakan perilaku aneh dan kadang menyimpang dari aturan perusahaan. Pimpinan perusahaan pun kadang tidak mengetahui tindakan semacam ini. Hal ini kadang menjadi penyebab seorang karyawan baru merasa tidak nyaman sehingga memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Sering karyawan senior memanfaatkan adanya karyawan baru untuk meringankan pekerjaan mereka padahal porsi pekerjaan sudah ditentukan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Untuk itu diperlukan sosialisai kepada karyawan agar tindakan seperti ini dapat diminimalkan sehingga akan terwujud karyawan yang saling menghargai dan menghormati sehingga berdampak positif untuk mencapai tujuan perusahaan.
2. Bersikap menguasai
Bersikap menguasai yang dimaksud adalah seperti diskriminasi karyawan dua hal ini saling berkaitan tetapi dalam hal ini sikap ingin menguasai lebih dominan sedangkan dalam diskriminasi karyawan lebih kepada sikap ingin tahu dan menguji kemampuan karyawan baru. Menguasai dalam arti berkuasa terhadap aturan main dan kerja dalam perusahaan. Misalnya karyawan senior dan karyawan junior dalam satu bidang mereka saling bekerja sama tetapi karyawan senior merasa lebih tahu terhadap pekerjaan itu sehingga ia berkuasa mengatur karyawan baru.
3. Angkuh
Sikap ini sering ditunjukkan untuk menimbulkan sikap segan atau hormat kepada dirinya. Namun cara ini salah, karena bersikap angkuh akan membuat rekan kerja merasa canggung untuk menjalin hubungan kerja dan timbul komunikasi yang kurang baik.
4. Tidak mau tahu
Sikap ini hampir sama dengan sikap angkuh, sikap ini merupakan perilaku aneh yang bisa ditimbulkan karena komunikasi yang kurang baik.
5. Terjadi persaingan
Untuk mendapatkan nilai baik atau kesan baik dari pimpinan tentu ada persaingan antar anggota perusahaan baik manager dan karyawan. Tidak ada salahnya jika persaingan tersebut menimbulkan semangat seperti bersaing dengan meningkatkan kinerja masing-masing tetapi jika persaingan dilakukan dengan saling menjatuhkan maka akan merugikan dan tujuan perusahaan tidak tercapai maksimal.
6. Tidak adil
Tidak adil disini misalnya adanya libur kerja bagi karyawan. Libur karyawan diatur oleh kepala counter toko dan sudah disepakati bersama, ketika ada karyawan baru yang seharusnya mendapat libur tetapi harus masuk karena bertukar jadwal dengan karyawan senior. Hal itu bisa terjadi karena kesepakatan bersama namun kadang ada karena paksaan dan sikap tersebut tidak adil bagi karyawan baru.
Hal diatas merupakan beberapa contoh dari perilaku aneh yang terjadi dalam lingkungan kerja. Perilaku aneh tersebut dapat timbul karena faktor dalam maupun luar perusahaan. Manager berperan penting dalam mengatasi perilaku-perilaku aneh yang terjadi. Selain itu diperlukan kesadaran terhadap diri sendiri bagaimana harus bersikap kapan dan dengan siapa bersikap harus diperhatikan sehingga hal hal diatas dapat diminimalkan agar tujuan bersama perusahaan dapat dicapai maksimal.
Perilaku adalah cerminan sikap yang timbul dari dalam diri seseorang yang menggambarkan sifat dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku juga merupakan respon dari sikap yang dapat berupa gerakan maupun perkataan. Dalam hal ini akan dibahas perilaku aneh yang terjadi dalam lingkungan kerja. Perilaku aneh yang terjadi dalam lingkungan kerja seperti : diskriminasi karyawan, bersikap menguasai, angkuh , tidak mau tahu ,terjadi persaingan ,tidak adil, dll. Beberapa contoh diatas akan dijelaskan satu persatu.
1. Diskriminasi karyawan
Diskriminasi karyawan adalah terjadi perbedaan hak antara karyawan senior dan karyawan junior, seolah-olah karyawan senior lebih berkuasa dan menyerahkan tugas kepada karyawan junior yang seharusnya dilakukan oleh karyawan senior. Diskriminasi karyawan ini merupakan perilaku aneh dan kadang menyimpang dari aturan perusahaan. Pimpinan perusahaan pun kadang tidak mengetahui tindakan semacam ini. Hal ini kadang menjadi penyebab seorang karyawan baru merasa tidak nyaman sehingga memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Sering karyawan senior memanfaatkan adanya karyawan baru untuk meringankan pekerjaan mereka padahal porsi pekerjaan sudah ditentukan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Untuk itu diperlukan sosialisai kepada karyawan agar tindakan seperti ini dapat diminimalkan sehingga akan terwujud karyawan yang saling menghargai dan menghormati sehingga berdampak positif untuk mencapai tujuan perusahaan.
2. Bersikap menguasai
Bersikap menguasai yang dimaksud adalah seperti diskriminasi karyawan dua hal ini saling berkaitan tetapi dalam hal ini sikap ingin menguasai lebih dominan sedangkan dalam diskriminasi karyawan lebih kepada sikap ingin tahu dan menguji kemampuan karyawan baru. Menguasai dalam arti berkuasa terhadap aturan main dan kerja dalam perusahaan. Misalnya karyawan senior dan karyawan junior dalam satu bidang mereka saling bekerja sama tetapi karyawan senior merasa lebih tahu terhadap pekerjaan itu sehingga ia berkuasa mengatur karyawan baru.
3. Angkuh
Sikap ini sering ditunjukkan untuk menimbulkan sikap segan atau hormat kepada dirinya. Namun cara ini salah, karena bersikap angkuh akan membuat rekan kerja merasa canggung untuk menjalin hubungan kerja dan timbul komunikasi yang kurang baik.
4. Tidak mau tahu
Sikap ini hampir sama dengan sikap angkuh, sikap ini merupakan perilaku aneh yang bisa ditimbulkan karena komunikasi yang kurang baik.
5. Terjadi persaingan
Untuk mendapatkan nilai baik atau kesan baik dari pimpinan tentu ada persaingan antar anggota perusahaan baik manager dan karyawan. Tidak ada salahnya jika persaingan tersebut menimbulkan semangat seperti bersaing dengan meningkatkan kinerja masing-masing tetapi jika persaingan dilakukan dengan saling menjatuhkan maka akan merugikan dan tujuan perusahaan tidak tercapai maksimal.
6. Tidak adil
Tidak adil disini misalnya adanya libur kerja bagi karyawan. Libur karyawan diatur oleh kepala counter toko dan sudah disepakati bersama, ketika ada karyawan baru yang seharusnya mendapat libur tetapi harus masuk karena bertukar jadwal dengan karyawan senior. Hal itu bisa terjadi karena kesepakatan bersama namun kadang ada karena paksaan dan sikap tersebut tidak adil bagi karyawan baru.
Hal diatas merupakan beberapa contoh dari perilaku aneh yang terjadi dalam lingkungan kerja. Perilaku aneh tersebut dapat timbul karena faktor dalam maupun luar perusahaan. Manager berperan penting dalam mengatasi perilaku-perilaku aneh yang terjadi. Selain itu diperlukan kesadaran terhadap diri sendiri bagaimana harus bersikap kapan dan dengan siapa bersikap harus diperhatikan sehingga hal hal diatas dapat diminimalkan agar tujuan bersama perusahaan dapat dicapai maksimal.
Minggu, 06 Oktober 2013
SEMANGAT : SElalu Memotivasi Apa yaNG Akan diTindakan
Aku seorang siska kakak perempuan dari dua bersaudara. Aku mempunyai seorang adik perempuan
yang cantik baik serta peduli. Oke tapi aku bukan mau membahas tentang
adikku, hehe . Kenapa semangat ? ya semangat adalah hal penting dalam
segala usaha/kegiatan/ bahkan semua aktivitas yang dijalani deh. Banyak
orang putus asa ditengah jalan bahkan aku sendiri sering kali yang
namanya menyerah dengan alasan kurang semangat dan tidak ada motivasi
;'( . Duh ungkapan itu gak enak banget didenger kan, nah kata semangat
mungkin cuma sepele tapi bagiku itu paling utama dalam awal kegiatan
yang akan aku jalanin. Dengan semangat yang ada dalam jiwa dan sinkron
dengan hati tentu aku menjalaninya dengan enjoy dan nyaman. Kalian
setuju gak semangat bisa dateng dari siapa aja mana aja dan kapan aja ?
setuju kan ya hihihi :D . Banyak sih faktornya, bisa jadi dari temen
saudara orang tua atau pengalaman masa lalu yang menjadikan kita lebih
termotivasi sehingga gak mau ngulang kesalahan yang sama. Jiwa yang
gigih untuk mencapai tujuan tertentu dapat dikatan menjadi aspek mendukung dalam memacu semangat.
Jadi biarpun gak dapet kata ucapan semangat dari siapa pun , ucapin aja
ke diri sendiri :)) itu juga gak masalah . nih contohnya kaya aku "
Semangat Siska ! " hehehe ..
Langganan:
Postingan (Atom)